Menurutnya, ia adalah wakil Presiden Jokowi untuk mengurusi Jakarta, sementara Jusuf Kalla jadi wakil untuk membenahi Indonesia. “Saya tetap menjadi wakilnya Pak Jokowi untuk urusan Jakarta, kalau (urusan) Indonesia, (wakilnya) Pak Jusuf Kalla,” kata Ahok di gedung MPR, kompleks Senayan, Jakarta Pusat, Senin (20/10/2014).
Salah satu yang disoroti Ahok yakni soal penyiapan angkatan kerja untuk bisa menciptakan lapangan kerja. Menurutnya tuntutan ke depan bukan lagi era industrialisasi, jadi bukan bicara modal melainkan kreatifitas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diakuinya di Jakarta, masih ada 40 persen anak usia 16-18 tahun yang tidak sekolah. Dalam skala besar, tentu jumlah ini akan lebih banyak lagi.
“Makanya beliau mau meluncurkan Kartu Indonesia Pintar, supaya kita bisa menyiapkan 10 tahun ini. Jakarta akan menjadi model untuk transformasi ini. Beliau (Jokowi) sudah sangat komitmen bahwa urusan Jakarta adalah tanggungjawab beliau,” jelas Ahok.
Lebih lanjut, dia optimistis, Jokowi bersama JK mampu melakukan hal tersebut. Dia sendiri yakin dengan Kartu Jakarta Pintar yang rencananya akan diubah menjadi skema beasiswa, makin banyak anak usia sekolah yang bisa ditolong agar tak sampai putus sekolah.
“Ini yang mau kita lakukan. Dan saya yakin pak Jokowi dan pak JK ini sangat kompeten melakukan itu,” tutup Ahok.
(ros/mad)











































