Kecelakaan Heli Gubernur Maluku Diteliti Mabes TNI AD
Kamis, 13 Jan 2005 12:31 WIB
Ambon -
Kecelakaan heli jenis Bell 412 HP yang ditumpangi rombongan gubernur Maluku di Pulau Wetar, Maluku Tenggara Barat (MTB) akan diselidiki tim investigasi dari Mabes TNI AD. Seluruh penumpang dan kru heli selamat akibat kecelakaan itu. Hal ini disampaikan Kepala Penerangan Kodam XVI Pattimura, Mayor Paiman, kepada pers di ruang kerjanya, Makodam Pattimura, Ambon, Kamis (13/1/2005). Menurut Paiman, tim investigasi yang akan dikirim Mabes TNI-AD berjumlah 15 orang, termasuk perwira menengah Kodam XVI/Pattimura, Letkol Agus. Nama-nama tim investigasi dari Mabes TNI AD, kata Paiman, hingga kini belum diketahui Kodam XVI Pattimura. "Kami belum tahu nama-nama tim mabes TNI AD, hanya saja salah satu perwira menengah Kodam akan bersama-sama tim investigasi Mabes, Letkol Agus," ungkap Paiman. Pada kesempatan itu, Paiman menjelaskan tentang kecelakaan heli tersebut yang terjadi pada Selasa (11/1/2005) lalu. Menurut dia, saat kecelakaan, ada 11 orang di dalam heli tersebut, terdiri dari 7 petinggi Maluku dan 4 kru heli. Para petinggi Maluku yang menumpang heli itu, antara lain Gubernur Maluku Alberth Karel Ralahalu, Pangdam XVI/Pattimura Mayjen Syarifudin Summah, Kapolda Maluku Brigjen Pol Adityawarman, Kajati Maluku Masyudi Ridwan, Danlantamal Halong Laksamana Pertama Bambang Supeno. Sedangkan empat orang kru terdiri dari pilot Mayor (Kav) Lisman, copilot Lettu (Kav) Yudi Mulyadi Dilli, dan dua orang mekanik. "Semuanya selamat dari kecelakaan itu, begitu juga para kru heli tersebut," kata Paiman.Diungkapkan Paiman, akibat kecelakaan ini, selain baling-baling heli patah, kaki bagian depan heli juga patah. "Jadi menurut Pangdam, saat heli itu take off dari lapangan sepak bola desa Ilwaki Kecamatan Wetar Maluku Tenggara Barat (MTB) pada ketinggian 2 meter, heli itu kemudian berputar dan terseret mundur sekitar 40 meter, baling-baling belakangnya menabrak kamar mandi yang berada dekat lapangan desa Ilwaki dan kemudian Heli itu mendarat kembali dengan keras," ujar Paiman.Saat take off itulah, kata Paiman, debu yang berada di lapangan itu naik dan mempengaruhi pandangan pilot, tiba-tiba saja heli tersebut mundur. "Apakah mundur itu untuk mengambil ancang-ancang, itu tidak jelas," tandasnya.Padahal lanjut dia, cuaca hari itu dalam kondisi sangat bagus, pesawat juga bagus. "Jadi mungkin nanti tim investigasi itu yang akan menyelidikinya. Apakah karena faktor human error, atau kondisi helinya. Intinya penyebab kecelakaan yang sebenarnya akan diketahui setelah tim bekerja," kata Paiman lagi.Paiman juga membantah helikopter tersebut terjatuh. "Bukan terjatuh. Tapi Heli itu mendarat darurat saat kecelakaan terjadi. Kalau jatuh, helinya pasti retak atau mengalami kerusakan parah. begitupun para penumpang dan kru heli," tampik Paiman mengklarifikasi pemberitaan media lokal terbitan Ambon yang menyatakan heli itu jatuh pada ketinggian 30 hingga 40 meter.
(asy/)










































