Bau Mayat Masih Menyengat di Banda Aceh
Kamis, 13 Jan 2005 11:45 WIB
Banda Aceh - Meski evakuasi mayat terus-menerus dilakukan, pada hari ke 20 pasca bencana gempa dan tsunami, bau mayat masih menyengat di beberapa tempat di Banda Aceh. Sampai hari ini, Kamis (13/1/2005) para relawan masih hilir mudik mencari dan mengangkut mayat yang baru ditemukan.Di kawasan Lanjami, yang hanya berjarak 1 Km dari pantai, bau mayat masih sangat menyengat. Di lokasi yang berhadapan langsung dengan pantai tersebut, hampir 90 persen bangunan hancur, rata dengan tanah. Siang ini, di lokasi tersebut beberapa alat berat tengah mulai membersihkan puing-puing bangunan dan sampah bangunan yang berserakan. Pantauan detikcom di Lanjami, suasana tampak sepi. Hanya beberapa warga yang masih tampak mengais-ais, mencari barang yang masih tersisa dan bisa dimanfaatkan. Termasuk dokumen-dokumen yang mungkin ada yang selamat.Dari pandangan sekilas, tampaknya mayat sudah tidak ada. Namun, karena bau menyengat, ada kemungkinan mayat masih ada di bawah reruntuhan bangunan. Sementara, suasana kota Banda Aceh pagi ini sudah menunjukkan aktivitasnya, setelah kemarin dan semalam diguyur hujan deras. Pasar tradisional yang buka, yakni Pasar Lambaro, Ulle Kareng dan Pasar Pagi Ketapang. Ketiga pasar ini sangat ramai, sehingga tak mampu menampung seluruh warga, sampai ruas jalan macet. Aktivitas warga menumpuk di tiga tempat ini.
(jon/)











































