GAM Menyatakan Siap Rundingkan Gencatan Senjata
Kamis, 13 Jan 2005 11:08 WIB
Jakarta - Perdana Menteri (PM) Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Malik Mahmud menyatakan anak buahnya siap duduk bersama merundingkan gencatan senjata dengan Pemerintah Indonesia."Kami siap bertemu untuk menyetujui secara maksimal kesepakatan guna menjamin suksesnya gencatan senjata. Dengan demikian akan dapat mengurangi penderitaan rakyat Aceh," katanya seperti diberitakan AFP, Kamis (13/1/2005).Menurut Malik, perundingan gencatan senjata itu juga bertujuan untuk menghapus kekhawatiran atas keamanan para relawan asing yang melakukan pekerjaan kemanusiaan di Aceh.Pemerintah Indonesia pada minggu ini telah memperketat pengamanan militer di Aceh. Di mana warga asing yang masuk Aceh diwajibkan mendaftar dan harus dikawal militer jika melakukan perjalanan ke daerah-daerah rawan serangan GAM.Dua minggu setelah terjadi bencana tsunami pada 26 Desember 2004, telah terjadi 34 kali kontak senjata antara pasukan TNI dengan anggota GAM. Dari kontak senjata itu, 101 anggota GAM dan 1 anggota TNI tewas.Pemerintah Indonesia telah berkali-kali mengimbau GAM untuk meletakkan senjata dan bergabung dalam upaya kemanusiaan membantu para korban tsunami.Bahkan PBB sempat memberi warning kepada GAM untuk menghentikan konflik. PBB mengimbau agar musibah tsunami dijadikan momen untuk meraih perdamaian. GAM pun diimbau untuk menolong sesama warganya yang menjadi korban tsunami.
(sss/)











































