Jokowi dan JK sudah menyetor nama calon menteri ke KPK dan PPATK untuk dilacak rekam jejaknya. Pada Minggu (19/10) malam, pertemuan juga sudah dilakukan antara KPK dan Jokowi.
Kini bola ada di Jokowi-JK, apakah bisa memberi harapan rakyat dengan kabinet yang diisi calon yang mumpuni atau hanya menyerah pada transaksi politik saja.
"Menteri Jokowi-JK harus bebas dari masalah rekening yang mencurigakan. Jangan pilih pejabat atau menteri yang bermasalah secara hukum," kata aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Yuntho, Senin (20/10/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini bisa jadi beban bagi pemerintahan Jokowi JK. Mengurangi kepercayaan publik terhadap pemerintahan yang baru," jelas Emerson.
"PPATK, KPK, Dirjen Pajak harus dimaksimalkan jangan hanya sekedar formalitas semata. Jika dinilai bermasalah jangan dipaksakan," tutup Emerson.
Beredar sebagian nama-nama menteri kabinet Jokowi-JK. Nama-nama ini masih calon, namun kabarnya nama-nama ini yang dibawa tim transisi ke PPATK dan KPK untuk diverifikasi.
Nama-nama ini beredar di kalangan wartawan sejak Senin (20/10/2014) dini hari. Nama-nama ini disebut-sebut yang disetor Ketua Tim Transisi Rini Soemarno ke KPK pada Jumat (17/10).
Berikut nama-nama calon menteri itu:
- Eva Sundari
- Anis Baswedan
- Muhaimin Iskandar
- Komjen Pol Budi Gunawan
- Hamid Awalludin
- Syafrudin
- Tjahjo Kumolo
- Pramono Anung
- Puan Maharani
- Yunus Husein
- Hasto Kristiyanto
- Mas Achmad Santosa
- Darmin Nasution
- RJ Lino
- Dr. Anwar
- Ignasius Jonan
Bagaimana menurut Anda soal nama-nama ini? (bar/ndr)










































