Salah satu bagian acara yang menarik yaitu teleconference dengan Jokowi. Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan konsep syukuran yang digelar di lapangan Pancasila itu ditujukan untuk seluruh warga bukan hanya orang-orang partai.
"Ini acara bukan untuk kader PDIP, tapi untuk seluruh masyarakat dan bisa bergabung di Simpang Lima," kata Hendrar di kantor PDAM Tirta Moedal kota Semarang, Minggu (19/10/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekretaris DPC PDIP kota Semarang, Supriyadi menambahkan, ada juga acara nonton bareng pelantikan menggunakan layar lebar di lapangan yang berada di pusat kota itu.
"Selain teleconference ada juga napak tilas Jokowi," tandas Supriyadi.
Terpisah, politisi PDIP sekaligus Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan pihaknya mengimbau masyarakat yang ingin datang ke Jakarta untuk menyaksikan pelantikan Jokowi-JK lebih baik mengurungkan niatnya dan menggelar syukuran di daerah masing-masing.
"Ada juga masyarakat yang mau ke Jakarta. Saya bilang tidak usah, lah. Suasana di sana (Jakarta) sudah kondusif, Pak Jokowi kan sudah bertemu Pak Ical dan Pak Prabowo. Itu memunculkan sentimen bagus. Tidak perlu ke sana, berdoa di masing-masing tempat sudah baik," kata Ganjar kepada detikcom.
"Tapi saya belum tahu undangan yang di Simpang Lima bisa datang atau tidak, karena saya harus datang ke (pelantikan) Pak Jokowi," imbuhnya.
Sementara itu terkait pengamanan, Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Djihartono mengatakan pihaknya menyiagakan seluruh pasukan selama hari pelantikan Presiden da Wakil Presiden untuk menjaga suasana kodusif di wilayahnya.
"Siaga 1 (anggota) masuk semua," kata Djihatono kepada detikcom di Mapolrestabes Semarang.
(alg/erd)











































