Kemenag Kaji Sewa Hotel di Madinah dengan Blocking Time

Laporan dari Arab Saudi

Kemenag Kaji Sewa Hotel di Madinah dengan Blocking Time

- detikNews
Minggu, 19 Okt 2014 15:19 WIB
Kemenag Kaji Sewa Hotel di Madinah dengan Blocking Time
Jakarta - Sebanyak 17.000 jamaah haji gelombang pertama ditempatkan jauh dari Masjid Nabawi selama berada di Madinah. Agar tak dipermainkan penyedia akomodasi wanprestasi lagi, Irjen ‎Kemenag menilai perlu ada perubahan sistem sewa hotel di Madinah.

"Untuk sistem pemondokan di Madinah, saya sepakat dengan Pak Dirjen, blocking time. Blocking time itu, masa pemblokiran dari kita, harus kita sewa dan tidak boleh dipindahkan," kata Irjen Kemenag M Jasin usai rapat evaluasi penyelenggaraan haji 2014 di Kantor Misi Haji Indonesia Daker Jeddah, Minggu, (19/10/2014).

Sebenarnya sempat ada opsi lain yakni sewa satu musim penuh seperti di Makkah. Tapi biayanya cukup mahal, karena itu sistem ini dipandang sebagai solusi yang bisa diambil saat ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sistem blocking time itu belum pernah dilakukan sebelumnya. Ini merupakan bagian dari reformasi haji artinya, dengan sistem ini ada suatu kepastian hukum dan kepastian jemaah untuk bertempat tinggal. Kalau tidak ada kepastian seperti sekarang membahayakan dari aspek hukum dan kepastian penempatan jemaah. Sangat riskan," kata Jasin.

Senada dengan Jasin, Dirjen PHU Kemenag Abdul Djamil mengakui dalam hal sewa pemondokan, baik di Madinah maupun di Mekah akan dilakukan sejumlah perbaikan. Untuk di Madinah sudah didiskusikan pola apa yang paling tepat, melanjutkan sewa layanan dengan perbaikan-perbaikan yang memberikan jaminan jemaah ditempatkan di markaziah, atau model sewa diubah dengan sistem yang lebih memberi kepastian.

"Jadi ini bagian dari upaya kita ke depan, setidaknya kita akan sewa berdasarkan blocking waktu, sewa waktu tertentu, speknya hotel ini, lalu harganya ini," kata dia.

Sistem sewa baru ini masih dimatangkan, harga sewanya dipastikan akan mengikuti harga pasar. Dia memperkirakan, mulai bulan Zulqaidah sampai saat jamaah datang dari Arafah, lalu gelombang kedua ke Madinah, masing-masing durasi ada harganya yang tidak sama.‎ Biasanya menjelang puncak haji ketika jamaah ada di Makkah pemilik hotel menetapkan harga tertinggi.

"Nah ini akan kita petakan, kalau blocking waktu misalnya, 21 Agustus sampai 30 Agustus, pada awal kloter akan keluar angka berapa itu kemudian dirata-rata. Kira-kira kalau seperti ini dibanding sewa layanan terpaut berapa. Kalau tekornya tidak terlalu memberatkan kita, kenapa itu tidak kita pilih, ini yang sedang kita kaji terus," pungkasnya.



(van/kha)


Berita Terkait