Catatan Evaluasi KPHI Soal Penyelenggaraan Haji 2014

Laporan dari Arab Saudi

Catatan Evaluasi KPHI Soal Penyelenggaraan Haji 2014

- detikNews
Minggu, 19 Okt 2014 02:34 WIB
Catatan Evaluasi KPHI Soal Penyelenggaraan Haji 2014
Jeddah - Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI) mengawasi penyelenggaran haji 2014 selama satu musim penuh. KPHI pun punya catatan kecil penilaian pelaksanaan haji tahun ini, apa saja?

Pertama KPHI menyoroti pengurangan petugas haji pada musim haji 2014 ini. "Saya kira pengurangan petugas itu kebijakan yang salah," kritik Ketua KPHI Slamet Effendy Yusuf di sela-sela sidak ke kantor PPIH Daker Jeddah di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Sabtu (18/10/2014).

Akibat berkurangnya petugas penanganan barang di Bandara, misalnya, menyebabkan jamaah kurang terlayani dengan baik. Slamet lantas menyoroti petugas transportasi yang kurang padahal, padahal harus saiga 24 jam melayani jamaah haji.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

KPHI lantas menyinggung sebanyak 17.000 jamaah haji yang ditempatkan jauh dari Masjid Nabawi saat berada di Madinah. Memang penempatan jamaah haji itu dilakukan oleh majmuah wanprestasi, namun pemerintah juga tak boleh tinggal diam dan harus segera mengubah pola penyewaan hotel di Madinah. Terkait hal ini, Slamet sepakat dengan gagasan sewa hotel satu musim haji, namun dengan catatan agar tidak memberatkan jamaah haji. Sewa hotel satu musim memang akan lebih mahal dari sewa layanan seperti yang saat ini diterapkan di Madinah.

Khusus mengenai Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI), KPHI mencatat kejadian di Madinah karena BPHI tidak beroperasi sejak awal jamaah datang karena masalah tasrih atau izin. "BPHI Madinah dibuka terlambat," katanya.

KPHI menyesalkan izin BPHI yang tidak segera diurus. Petugas kesehatan di pos kesehatan, kata Slamet, juga sempat kucing-kucingan saat bertugas karena takut jika ada polisi Arab Saudi yang sedang mengawasi. Keterlambatan ini sebenarnya dikarenakan pihak pemilik hotel yang tidak mengurus perpanjangan izin karena sewa BPHI sudah mau habis. Kemenag punya rencana memindahkan BPHI ke gedung yang lebih baik.

Sementara itu penempatan jamaah haji gelombang dua di Madinah, KPHI mengapresiasi. Penempatan jamaah haji gelombang dua yang sejauh ini berada di dekat Masjid Nabawi sangat memudahkan jamaah haji untuk salat arbain (salat wajib 40 waktu tanpa putus). Jamaah haji akan berada di Madinah selama 9 hari untuk salat arbain.

Dari Madinah, KPHI lantas mengevaluasi penyelenggaraan ibadah haji di Makkah. KPHI mencatat masih adanya pemadatan penginapan selama di Makkah, artinya jamaah yang ditempatkan agak berjejal. "Kami mengeceknya langsung," kritik slamet.

Namun khusus mengenai transportasi, KPHI cukup memberikan apresiasi karena kondisi bus cukup memuaskan, antara lain kondisi bus yang cukup bagus. "Saya juga naik bus shalawat yang mengantar jamaah ke Masjidil Haram, kondisinya bagus," puji Slamet.

Kemudian KPHI mengkritik lamanya waktu tunggu jamaah haji saat pulang ke Tanah Air. Dia berharap hal semacam ini dibenahi agar jamaah tidak menunggu terlalu lama di Bandara. Sementara itu mengenai hotel transito yang digunakan jamaah haji gelombang dua yang akan diberangkatkan dari Madinah ke Jeddah dinilai cukup bagus.

"Hotel ini belum digunakan, namun sudah kami cek," katanya.

(van/rmd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads