"Menjadi presiden itu bekerja, bukan berpesta," kata Pohan dalam acara diskusi 'Berpisah dengan SBY' di Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (18/10/2014).
Pohan juga menyinggung sampul majalah TIME edisi 27 Oktober nanti memasang wajah close-up Jokowi. Menurut Pohan, headline majalah asal Amerika Serikat itu biasa saja, tak perlu dilebih-lebihkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian Pohan berharap Jokowi melanjutkan program-program SBY yang baik dalam pemerintahannya. Ia juga menyarankan agar Jokowi mampu menjalin komunikasi positif dengan parlemen yang menurutnya tidak akan mudah.
"PR-nya itu bagaimana menghantar hubungan politik yang baik dengan parlemen. Lalu persoalan itu tidak akan mudah, akan sangat berat. Pak Jokowi, walau kita tahu dia bukan orang yang menentukan di partainya, rakyat tahu yang jadi presiden itu dia. Maka teguh saja, tetap pada prinsipnya," ujar Pohan.
Pohan juga menilai kinerja 10 tahun SBY sebagai presiden RI ke-6. Menurut Pohan, SBY tak pernah mengintervensi proses hukum sekalipun tersangkanya adalah tokoh yang dekat dengannya, terutama dalam kasus korupsi.
"Century, BLBI, penjualan aset negara juga harus diperjelas, nggak usah ditutupi. Saya angkat topi dengan Pak SBY yang nggak mau intervensi. Pak SBY juga pemimpin yang selalu hadir," ucap Pohan.
"Ketika blusukan, beliau langsung gelar rapat, bukan blusukan nanya harga langsung pergi. Bisa diingat ketika tsunami di Aceh, Pak SBY hadir untuk salat mayit, beliau yang mimpin. Di mana tidak hadirnya?" tambah Pohan.
Pohan menambahkan, SBY juga turun saat Jakarta terkepung banjir tanpa merendahkan Jokowi yang menjabat sebagai gubernur DKI. Sehingga bagi Pohan, SBY tak pernah absen turun ke jalan menemui warga Indonesia yang kesulitan.
"Apakah perfect? Nggak juga, masih banyak PR. Itulah tugas Pak Jokowi untuk mempertahankan yang baik di sana," kata Pohan.
"Beliau itu secara terbuka, di Youtube, menyatakan ingin bertemu, tapi Bu Mega (Ketua Umum PDIP) malah menyuruh utusan-utusannya. Pak SBY tak ada masalah dengan Pak JK atau Pak Surya Paloh. Ini kan bagaimana cara dua tokoh bangsa bertemu membicarakan masalah bangsa," papar Pohan menyinggung upaya SBY bertemu Mega.
(vid/trq)










































