Menurut wartawan senior Budiarto Shambazyβ, banyak warisan yang harus diselesaikan oleh Jokowi sebagai presiden RI ke-7. Di antara warisan yang bagus ada pula yang perlu pembenahan.
"Jokowi itu akan lebih banyak menghadapi tantangan dari pada peluang. Pertama itu soal anggaran, itu pasti menyulitkan Jokowi-JK karena harus menaikkan harga BBM kurang dari 3 minggu setelah pelantikan," ujar Budiarto dalam acara diskusi Polemik Sindo Trijaya 'Berpisah dengan SBY' di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (18/10/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian Budiarto menilik sejarah nasib dua presiden RI yang memiliki masa menjabat cukup lama. Bung Karno diasingkan dan menjadi tahanan kota usai turun dari kursi presiden, hal yang tak jauh berbeda juga dialami Soeharto.β Budiarto mengharapkan hal serupa tak terjadi oleh SBY.
"Ada momen 2 pemimpin kuat ini bisa dilakukan sebegitu 'rendah', padahal katanya punya kekuatan untuk melawan. Jadi SBY tak bisa menghindar, tapi bukan berarti kena hukuman atau apa, belum tentu ke situ," ujar Budiarto.
Dalam kesempatan yang sama, Asisten Staf Khsusus Presiden bidang Komunikasi Imelda Sari membela SBY. Menurut Imelda, tak semua warisan SBY adalah kekurangan tapi ada juga prestasi internasional yang ditorehkan SBY.
"Kita anggap saja (kritik) itu masukan, toh tanggal 20 Oktober pemerintahan SBY akan berakhir. Apa yang dilakukan SBY ini ekonomi kita menduduki peringkat 10 dunia. Tingkat inflasi kita masih nomor 2 setelah Tiongkok. Itu bisa menjadi legacy. Indonesia bukan lagi negara kecil tapi negara menengah," ucap Imelda.
(vid/trq)











































