Dari Kapolri Sampai Menkeu, Ini Respon Positif terhadap Temu Jokowi-Prabowo

Dari Kapolri Sampai Menkeu, Ini Respon Positif terhadap Temu Jokowi-Prabowo

- detikNews
Sabtu, 18 Okt 2014 07:13 WIB
Dari Kapolri Sampai Menkeu, Ini Respon Positif terhadap Temu Jokowi-Prabowo
Jakarta - Di tengah suhu politik yang semakin memanas pasca Pilpres, presiden terpilih Joko Widodo bertemu dengan Prabowo Subianto dalam suasana akrab. Suasana hangat pertemuan ini tak hanya mendinginkan tensi politik, namun langsung berimbas positif ke sejumlah hal di antaranya menguatnya rupiah.

Setelah lama dinanti akhirnya pertemuan antara presiden tepilih Joko Widodo (Jokowi) dan Ketum Gerindra Prabowo Subianto terealisasi pada Jumat (17/10/2014) kemarin. Itu merupakan pertemuan pertama setelah keduanya bertarung dalam Pilpres 2014 yang dimenangi Jokowi.

Suasana pertemuan berlangsung cair dan juga tergambar pada sesi konferensi pers yang dihadiri oleh Jokowi dan Prabowo. Nama terakhir yang menjadi tuan rumah bahkan sampai memberikan hormat militer kepada sang tamu dan mengantar Jokowi sampai ke mobil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertemuan itu pun mendapatkan apresiasi positif dari sejumlah kalangan. Dari para pendukung Prabowo dan Jokowi, itu pasti. Tapi tak hanya itu saja, para pemangku jabatan di sektor keamanan, ekonomi maupun politik juga memberikan tanggapan positif. Bagaimana tanggapan mereka?

Kapolri

Dari bidang keamanan, pertemuan tersebut dianggap mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat setelah adanya kegaduhan politik pasca Pilpres. Menurut Kapolri Jenderal Sutarman pertemuan politik tadi, tentu juga dapat menimbulkan dampak terhadap keamanan di dalam negeri yang semakin kondusif.

Menurut Sutarman, silaturahmi Jokowi-Prabowo ini sangat bernilai positif. “Saya rasa silaturahmi siapapun sangat positif. Karena dengan silaturahim itu bisa menyelesaikan persoalan-persoalan. Dan itulah sepenuhnya bangsa Indonesia ini, lalu ketemu bermusyawarah. Saya kira itu sangat positif,” katanya.

Kapolri menambahkan, situasi politik yang tidak memuaskan rakyat akan berdampak besar terhadap keamanan. Namun, Polri selaku aparat penegak hukum berewajiban untuk menjaga stabilitas keamanan di dalam negeri.

Ketua KPU

Dari sudut pandang politik, Ketua KPU Husni Kamil Manik juga angkat bicara. Dia menilai pertemuan itu sangat positif dan membawa kesejukan bagi masyarakat.

Husni menyatakan pertemuan Jokowi dan Prabowo merupakan pertemuan bersejarah. Suasana mencair. Ini merupakan perkembangan yang cukup baik bagi kehidupan politik di negara ini.

"Saya kira ini akan membawa kesejukan tersendiri bagi masyarakat kita, melihat para pemimpinya bisa bersatu untuk Indonesia yang lebih baik," kata Husni.

Menurutnya, apapun yang diperbincangkan dalam pertemuan tersebut, yang jelas publik sudah melihat mereka bertemu. Pertemuan keduanya sangat dinanti-nantikan. Apalagi menjelang Presiden dan Wakil Presiden terpilih pada tanggal 20 Oktober mendatang.

"Setelah pertemuan ini, tentunya bisa lakukan rekonsiliasi pasca Pilpres dan keduanya bisa membangun komunikasi yang efektif. Komunikasi diperlukan agar bisa bersama-sama membangun negara dengan lebih baik," kata Husni.

Menkeu

Pasca pertemuan Jokowi-Prabowo, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat. Menteri Keuangan Chatib Basri mengakui adanya pengaruh kondusifitas politik terhadap para investor. Meskipun sebenarnya tidak terlalu besar.

"Ada memang pengaruhnya," ungkap Chatib saat berbincang di kantornya, Jakarta, Jumat (17/10/2014)

Chatib melihat penguatan rupiah lebih dikarenakan faktor global. Karena pada saat yang sama juga terjadi penguatan pada nilai tukar mata uang Brazil, India, Afrika Selatan dan Turki.

"Tapi ini kan kalau dilihat global memang dalam tren seperti itu," sebutnya.

Menurutnya, pelaku pasar tetap akan berorientasi pada keuntungan. Chatib tidak melihat ada pelaku pasar yang seperti aktivis.

"Market itu sederhana. Jangan harapkan pasar itu jadi aktivis, logikanya profit," kata Chatib.


Menko Perekonomian

Hal senada disampaikan Menko Perekonomian, Chairul Tanjung. Pria yang akrab disapa CT ini mengatakan, respons pasar akan jauh lebih positif lagi bila kedua belah pihak bisa saling bersepakat untuk bekerjasama.

"Itu baru bertemu saja rupiah sudah positif, IHSG sudah positif. Apa lagi kalau dia (Jokowi-Prabowo) cipika-cipiki, apalagi kalau dia teken-teken (bersepakat), pasti selesai semua permasalahan republik ini. Pasar akan tenang," kata pria yang akrab disapa CT, usai menghadiri acara paparan ekonomi dari Komite Ekonomi Nasional (KEN) di Grand Hyatt, Jakarta, Jumat (17/10/2014).

CT mengatakan, respons pasar hari ini merupakan bukti pernyataannya yang menyebut, pasar keuangan akan bergerak positif bila kedua kubu ini saling bertemu.

"Saya kan pernah bilang, kalau dua sosok ini bertemu saja tidak perlu bersepakat apa-apa, hanya bersilaturahmi, pasar pasti tenang. Iris kuping saya kalau pasar nggak membaik. Saya bilang begitu kan waktu itu. Sekarang terbukti," tutur dia.

Untuk itu, ia berharap agar sentimen positif ini dapat dipertahankan. Begitu juga kebersamaan kedua belah pihak dapat diimplementasikan dalam menjalankan roda pemerintahan.

"Republik ini terlalu besar untuk dikelola oleh hanya satu orang saja. Jadi semua pihak harus mendukung harus turun tangan bersama, harus bekerja bersama-sama. Yang menang jangan jumawa, yang kalah jangan dendam," pungkasnya.
Halaman 2 dari 5
(fjr/kff)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini