Pakar hukum Todung Mulya Lubis menyebut nama Feri Wibisono sebagai salah satu tokoh yang cocok sebagai jaksa agung. Mantan Direktur Penuntutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu dianggap βpantas memimpin Kejagung.
"Penegakan hukum merupakan hal yang utama. Karena kualitas terbaik yang akan dipilih, bisa saja Feri Wibisono sebagai jaksa agung,"β kata Todung dalam keterangannya, Jumat (17/10/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Feri juga pernah βmenjadi Kajati Banten. Saat itu dia pernah menangkap Ratu Irma Suryani, pengusaha yang dekat dengan Ratu Atut Chosiyah, saat terlibat dugaan korupsi program peningkatan drainase primer Kali Parung, Kota Serang sebesar Rp 5 miliar lebih.
Ketua Komisi Kejaksaan (Komjak) Halius Hosen menganggap itu sebagai hal positif. Namun tetap harus terus ditingkatkan.
"Saya menilai banyak kasus korupsi diungkap Kejaksaan Tinggi. Ini harus ditingkatkan lagi, karena masih banyak kasus korupsi belum terungkap dan merugikan negara dalam jumlah besar," kata Halius saat dihubungi terpisah.
Selain nama-nama itu, ada pula nama Mantan Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) ST Burhanuddin yang juga dianggap cocok mengganti Basrief. Dari track recordnya, Burhanuddin cenderung bersih dan saat menjadi Jamdatun, dia telah menyelamatkan uang negara Rp 34 triliun.
Jaksa Agung Basrief Arief juga sering menyebut bahwa keinginannya sebagai pengganti tetap dari internal. "Saya berkeinginan kalau bisa jaksa agung itu diterbitkan dari orang internal, orang dalam," kata Basrief di Kejagung, Jumat (3/10) lalu.
(dha/fjr)











































