Unas: 'Kampus Haram Aparat' Jadi Celah Peredaran Narkotika

Unas: 'Kampus Haram Aparat' Jadi Celah Peredaran Narkotika

- detikNews
Jumat, 17 Okt 2014 19:13 WIB
Unas: Kampus Haram Aparat Jadi Celah Peredaran Narkotika
Foto: Andri H/detikcom
Jakarta - Ditemukannya tiga gram ganja kering, selinting ganja, dan alat isap sabu, diakui pihak Universitas Nasional (Unas) sebagai bukti masih adanya peredaran dan penyalahgunaan narkoba di lingkungan kampus.

"Setelah gembar gembor penegakan hukum, rupana masih tetap ada," kata Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Iskandar Fitri, di kampus Unas, Jl Sawo Manila, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (17/10/2014).

Iskandar menduga maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkoba di kampus disebabkan tidak adanya pengawasan dari aparat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kampus menjadi tempat aman, kampus ada jargon 'haram aparat masuk kampus' menjadi celah bagus para pengedar," kata Iskandar.

Kepala tim dalam penyusuran, Kombes Slamet Pribadi, mengungkapkan pihaknya menemukan ganja bruto 3 gram, bong 1 biji, pipet 1 biji, lintingan ganja, paper untuk lintingan, dan alumunium foil 2 lembar.

"Dari cara pembungkusannya barang bukti ganja yang ditemukan adalah baru, Pipetnya juga baru," kata Slamet.

Kepala Humas BNN Kombes Sumirat di tempat sama mengatakan, temuan tersebut bukti masih ada pengedar yang menyasar Unas, meski sebelumnya sudah dilakukan operasi.

"Ini menunjukan masih ada orang yang mau bermain di Unas, meski jumlahnya tidak besar tapi ini menjadi bukti," ujar Sumirat.

Sumirat mengakui, langkah membuka diri pihak kampus Unas kepada aparat untuk menyisir praktik narkotika adalah yang pertama kali dilakukan kampus-kampus, di luar kerjasama edukasi, sosialisasi pencegahan, dan kegiatan kampanye lainnya.

"Kita komitmen berantas narkoba di Unas, diharapkan kampus lain mengikuti langkah Unas," harap Sumirat.

(ahy/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads