Dokumen itu diserahkan ke Arsip Nasional, di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (17/10/2014). Presiden menyerahkan dokumennya dalam bentuk buku dan CD.
Dokumen itu dikumpulkan oleh tim penyiaran materi yang diketuai Sesmil Presiden, Mayjen Benny Indra.β Total biaya untuk mendokumentasikan arsip tersebut senilai Rp 295 juta.
Berikut, dokumen yang diserahkan oleh Presiden SBY ke negara:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Undang-uUdang disertai Amanat Presiden 120 buku dilengkapi CD
- Perppu 33 buku dilengkapi CD
- Keppres Grasi, Ektradisi, dan Naturalisasi 75 buku dilengkapi CD
- PP dari 2004-2014 220 buku, dilengkapi soft copy
- Perpres 80 buku 2 CD
- Keppres 55 buku dengan soft copy 2 CD
- Keppres tentang perjalanan luar negeri 5 buku
Keppres pejabat nehara, pejabat struktural/fungsional serta surat presiden terkait gelar tanda jasa dan TNI/Polri
- Keppres Kode P 50 buku (2005-2014) dan 1 flashdisk
- Keppres M (mutasi) 55 buku (2004-2014)
- Keppres Pengangkatan TNI/Polri 201 buku dan soft copy
- Risalah Gelar Kepahlawanan 5 buku dan soft copy
- Inpres 55 buku dan 2 CD
- Ratifikasi Perangkat Hukum termasuk dalam UU
- Perjanjian Internasional termasuk Agreement
- MoU: Daftar perjanjian internasional pemerintah dengann negara lain, organisasi lain dan kerjasama di kawasan ASEAN 535 buku
- MoU Daftar Perjajian Internasional (multilateral 70 buku)
- Agreement daftar perjanjian internasional pemerintah RI dengan negara lain, organisasi lain, dan kerja sama di kawasan ASEAN 535 buku
- Daftar Perjanjian Internaional (multilateral) 70 buku
- Pidato dalam negeri: Pidato Kenegaraan dan Keterangan tentang RUU APBN 100 buku kecil, 35 buku besar
- Pidato LN: pidato LN 96 buku
- Buku Himpunan Pidato Presiden 160 buku (2004-2009)
- Buku Himpunan Pidato Presiden (2009-2013) 85 buku
- Bunga Rampai artikel SBY di media massa 5 buku
- Wawancara presiden degan media asing (3 buku), media nasional (6 buku)
- Album foto SBY (2006-2008) sebanyak 212 buku
(rvk/fdn)











































