'Ajining rogo gumantung ing busono'. Begitu pepatah Jawa berkata. Artinya kurang lebih penampilan mencerminkan kepribadian. Dalam skala yang lebih luas, busana seorang pemimpin negara bisa menjadi representasi dari sebuah negara.
Tak jarang model pakaian yang dikenakan seorang pemimpin negara bisa 'mengubah' dunia karena mempengaruhi tren mode busana.
Perancang dan pengamat mode gaya hidup Sonny Muchlison menyebut ada tiga pemimpin negara dengan gaya busana paling berpengaruh di dunia. Nama pertama yang dia sebut adalah Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru yang dikenal dengan gaya busana sederhana namun mendunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada juga tren busana Mao yang meniru gaya berpakaian Presiden Republik Rakyat China Mao Tse Tung. Menurut Sony gaya busana Mao dan Nehru sebenarnya ada kemiripan, yakni kerah yang berbentuk bulat. "Bedanya, Nehru kerahnya terbuka sementara Mao kerahnya tertutup," papar Sony yang juga dosen Institut Kesenian Jakarta itu.
Pengaruh berikutnya datang dari gaya pakaian Presiden Filipina Ferdinand Marcos yang sering mengenakan baju Tagalog. "Ke mana-mana dia (Marcos) memenuhi undangan, selalu mengenakan baju tradisional Tagalog yang menjadi kebanggaan Filipina," kata Sony.
Mestinya menurut Sony, Presiden Indonesia yang akan datang mampu memperkenalkan aneka kekayaan tradisional Nusantara. Salah satunya dengan merasa bangga mengenakan baju adat tradisional. "Itu (busana adat) adalah identitas, tapi ingat
jangan sampai fatal. Oleh karenanya seorang presiden perlu seorang pengarah busana khusus," kata dia.
(erd/nrl)











































