Menilik Gaya Busana Presiden dari Masa Sukarno hingga SBY

Transisi Presiden

Menilik Gaya Busana Presiden dari Masa Sukarno hingga SBY

- detikNews
Jumat, 17 Okt 2014 14:14 WIB
Menilik Gaya Busana Presiden dari Masa Sukarno hingga SBY
Jakarta -

Dari tujuh presiden yang pernah memimpin Indonesia, Sukarno-lah yang paling memiliki ciri khas dalam berbusana. Dia biasa memakai setelan jas dengan tanda kepangkatan dan simbol militer.

Setelah itu empat presiden lainnya yakni Soeharto, Bacharuddin Jusuf Habibie, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dan Susilo Bambang Yudhoyono lebih sering mengenakan setelan jas biasa, safari atau batik.

Sementara Presiden Megawati Soekarnoputri kerap menggunakan kebaya saat tampil di depan publik, maupun menyambut tamu negara. Perancang dan pengamat mode gaya hidup Sonny Muchlison mempunyai penilaian tersendiri terkait gaya busana Bung Karno.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia sebagai presiden pertama di masa perjuangan, Sukarno dituntut tak hanya pandai berpidato. Seorang orator tentu tak bisa 'menyihir' ribuan massa, jika tidak memiliki elegansi dan wibawa. "Cara yang pertama berbusana, itulah yang dicamkan Sukarno, selain pandai berpidato juga dengan busana," kata Sony saat berbincang dengan detikcom, Kamis (16/10/2014).

Melalui busananya, Sukarno ingin menunjukkan sebagai pemimpin yang biasa hidup sehat. Ukurannya pun pas di badan sehingga pria kelahiran Blitar, Jawa Timur 6 Juni 1901 itu kelihatan ramping dan berisi. "Kharismanya ada di situ, elegansi, warna putih keabu-abuan menjadi simbol yang bisa memutihkan Indonesia sebenar-benarnya," kata Sony.

Beralih ke zaman Soeharto. Presiden kedua Indonesia itu lebih banyak mengenakan kemeja batik atau safari. Tak ada ciri khusus dari gaya pakaian pria yang dijuluki 'The Smiling General' itu.

Saat itu menurut Sony, Soeharto memiliki seorang penata laksana rumah tangga Kepresidenan yang piawai yakni mendiang Joop Ave. Tak hanya soal busana, bahkan Joop yang kemudian diangkat menjadi Menteri Pariwisata Pos dan Telekomunikasi itu pandai mengatur posisi Presiden saat menerima tamu.

"Beliau (Joop Ave) hafal yang namanya memposisikan manusia dengan manusia di dalam presidensial. Tidak berarti biar merakyat terus kemudian mengenakan pakaian yang sama dengan rakyat," kata Sony.

Kebiasaan para presiden dalam berbusana menurut Sony banyak dipengaruhi pula oleh sang istri. Dia kemudian mencontohkan di Amerika Serikat gaya berbusana Presiden John F Kennedy banyak diatur oleh sang istri Jacqueline Lee Bouvier.

Beruntung sang istri sangat mengerti pentingnya gaya busana seorang presiden bagi pencitraan. "Dia (Jacqueline) memandang, bahwa seorang politisi itu butuh sesuatu pencitraan agar dia lebih berwibawa," papar Sony.

(erd/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads