Keributan ini bermula ketika Suwardi didatangi Sele di rumahnya. Sebagai teman, Sele berniat mengingatkan Suwardi untuk bertobat. Kerap mabuk jadi alasan Sele mengingatkan Suwardi untuk mengubah kelakuannya.
"Saya cuma mau ingatkan teman saya untuk tidak bertobat tetapi dia tidak terima justru melawan saya," kata Sele saat dihadirkan sebagai tersangka pembunuhan dalam rilis di Mapolres Jakarta Timur, Jumat (17/10/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Begitu dia melawan dia coba meraih pisau, saya menghindar dia terjatuh, karena kesal saya tusuk dia berkali-kali," tutup Sele.
Pembunuhan ini terjadi pada hari Minggu (14/10). Suwardi ditemukan tewas bersimbah darah di gubuk miliknya.
Polisi kemudian menangkap Sele di Penjaringan, Jakarta Timur. "Korban tewas dengan 6 luka tusuk bagian perut, paha, dada dan betis," ujar Wakasat Reskrim, Kompol Aris Timang.
Dari pemeriksaan sementara, motif pembunuhan karena diawali cekcok keduanya. "Motifnya karena cekcok tak jelas sehingga korban marah, pelaku tak terima kemudian melawan untuk membela diri," tuturnya.
(edo/fdn)











































