Resah Tsunami, Warga Surabaya Gelar Doa Bersama
Kamis, 13 Jan 2005 00:08 WIB
Surabaya - Ratusan warga Kelurahan Bulak Banteng, Surabaya, diresahkan isu adanya badai dan gelombang Tsunami yang akan menerjang pantai di sekitar laut Surabaya. Untuk itu, mereka mengadakan acara doa dan selamatan bersama untuk menghindari bencana tersebut."Apalagi air laut di pantai Kenjeran saat ini juga sedang pasang. Ketinggian air sudah mencapai 1 meter dari bibir pantai. Keresahan tersebut bisa dilihat dari aktivitas selamatan dan do'a bersama yang dilakukan oleh warga, agar mereka tetap diberi keselamatan," kata Ketua RT 005/007 Bulak Banteng, Adi Mawardi, kepada wartawan di Surabaya, Rabu (12/1/2005).Adi mengatakan, menurut kabar yang berkembang badai akan terjadi pada pertengahan Januari. Namun ketika dikonfirmasi mengenai kabar atau isu yang berkembang di masyarakat, sampai saat ini masih belum jelas dari mana isu itu bisa menyebar di kelurahan Bulak Banteng. "Ada yang mengatakan informasi ini datang dari kiai, ada juga yang mengatakan dari 'orang pinter'. Karena kabar itu datangnya dari mereka, ya masyarakat banyak yang percaya," tambah Adi. Selamatan dan doa bersama itu dilakukan di berbagai gang secara bersama-sama untuk menghindari badai. Akibat isu badai yang berkembang,ratusan warga di sekitar pantai kenjeran Surabaya banyak yang tidak melakukan aktivitas sehari-hari. Bahkan, ketika Surabaya diguyur hujan selama 3 hari yang disertai angin kencang beberapa hari lalu, warga disekitar pantai kenjeran juga sudah melakukan persiapan untuk menghadapi datangnya badai.
(ton/)











































