PT KCJ Boyong 32 Armada KRL untuk Layani 700 Ribu Penumpang Per Hari

PT KCJ Boyong 32 Armada KRL untuk Layani 700 Ribu Penumpang Per Hari

- detikNews
Kamis, 16 Okt 2014 17:41 WIB
PT KCJ Boyong 32 Armada KRL untuk Layani 700 Ribu Penumpang Per Hari
Jakarta - PT KAI Commuter Jabodetabek (PT KCJ) mendatangkan lagi 32 unit KRL dari Jepang. Tujuan penambahan armada ini agar KCJ dapat mengangkut lebih banyak lagi penumpang ke depannya.

"Tadi malam ada kereta masuk dari Jepang sejumlah 32 unit gerbong ke Tanjung Priok. Dari 22 train set yang mau kita beli tahun depan, 17 train set sudah masuk. Ini tujuannya supaya bisa mengangkut penumpang lebih banyak lagi," ujar Dirut KCJ Tri Handoyo di Stasiun Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (16/10/2014). Kereta didatangkan pada Rabu 15 Oktober 2014.

Handoyo mengungkapkan dengan penambahan 32 unit ini maka dari program pengadaan 176 unit yang ditargetkan, sebanyak 136 unit diantaranya telah datang ke Indonesia. Pengadaan armada akan terus dilakukan untuk meningkatkan pelayanan KRL kepada masyarakat, khususnya dalam penyediaan sarana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terlebih lagi, saat ini KRL telah melayani sekitar 700 ribu penumpang per harinya di Jabodetabek.

"Namanya CL itu karakteristiknya pagi penuh, sore penuh. Kereta commuter di mana pun penuh pada saat jam sibuk. Di kita (Indonesia) sehari 700 ribu orang, di Jepang 16 juta orang bergerak tiap hari. Perjalanan kita 700 rute, di Jepang 15 ribu (rute) perjalanan," paparnya.

"Jadi sampai kapan pun kereta Commuter ini tidak pernah sepi di jam pagi dan sore," tegas Handoyo.

Menurut dia, semakin banyak orang yang naik kereta maka semakin bagus. Artinya, PT KCJ berhasil mendorong masyarakat untuk beralih menggunakan transportasi umum sebagai penunjang aktivitasnya.

"Semakin penuh, semakin happy. Artinya, orang banyak yang beralih dari mobil ke kereta. Jadi beli kereta bukan untuk kurangi kepadatan tapi untuk mengangkut sebanyak-banyaknya," ujarnya.

"Berapa pun kita beli kereta akan terus desak-desakan. Marahin kita ketika sesak AC-nya mati atau mogok. Tapi selama sesak jalannya lancar, itulah tujuan kita," sambung Handoyo dengan penuh semangat.

Sekadar informasi, untuk pembelian satu gerbong kereta PT KCJ harus merogoh kocek hingga Rp 1 miliar. Kenapa kereta yang dibeli selalu buatan Jepang?

"Kenapa dari Jepang karena semua spesifikasinya sesuai sama Jakarta," jawab Handoyo saat ditanya wartawan.

Program pengadaan armada ini akan terus dilakukan setiap tahunnya hingga akhir 2019 nanti. Pihaknya berharap di tahun itu jumlah armada KRL yang ada dapat mengakomodir target 1,2 juta penumpang per hari.

Berdasarkan data yang diperoleh, rencana program pengadaan armada KRL tahun 2015 sebanyak 160 unit, tahun 2016 sebanyak 160 unit, tahun 2014 sebanyak 100 unit, tahun 2018 sebanyak 100 unit dan tahun 2019 sebanyak 130 unit.

(aws/aan)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads