PT KAI Surabaya Sulit Tertibkan Penumpang di Atap Gerbong
Rabu, 12 Jan 2005 19:40 WIB
Surabaya -
Para penumpang kereta api diesel (KRD) yang menjadi korban karena tersangkut kabel telepon dan jatuh hingga tewas adalah penumpang gelap, yang tidak mempunyai tiket. Jadi, PT KAI kesulitan menertibkan para penumpang yang nakal tersebut.Demikian disampaikan Kepala Humas PT KAI Daop VIII, Surabaya, Jawa Timur, Sudarsono, kepada detikcom, Rabu (12/1/2005).Sudarsono ditanya seputar banyaknya penumpang jatuh dari atap kereta api, hingga tewas.Diakuinya, para penumpang saat di stasiun terkesan tertib dan masuk gerbang semua. Tetapi setelah KA berjalan meninggalkan stasiun, faktanya memang ada yang ada di atas gerbong. "Misalnya kejadian di Benowo sebagai salah satu contoh. Jadi KRD lepas stasiun kandangan, menuju Benowo ada yang naik," katanya."Kita mau menertibkan bagaimana, apa harus kita hentikan kereta api biar tertib. Nanti itu dikeluhkan penumpang lainnya," tambah Sudarsono.. Tewasnya 3 orang ini juga menarik camat Benowo. Camat sudah berkoordinasi dengan Daop KA Bandung, dan menurut Sudarsono, camat dan anggota muspika akan melakukan sweeping di Benowo, Cermai dan Kandangan untuk menertibkan penumpang agar tidak terulang kembali.
(jon/)










































