Meski telah ditutup selama hampir 3 minggu, pihak Ancol merasa tak mengalami banyak kerugian. Sebab kontribusi yang diberikan Seaworld tidak seberapa.
"Kontribusinya sangat kecil. Hanya sekitar 2 persen. Penghasilan kami rata-rata Rp 1,3 triliun per tahun," kata Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol, Gatot Setyowaluyo di restoran Telaga Sampireun, Ancol, Jakarta Utara, Kamis (16/10/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian, bukan berarti pihaknya membiarkan kasus dengan PT Seaworld Indonesia berlarut-larut. Ancol tengah mendesak Seaworld untuk segera menyerahkan atau melakukan transfer aset seperti yang tertera dalam perjanjian awal mereka.
"Kami menunggu Seaworld terketuk hatinya dan melakukan transfer aset kepada kami," ucap Gatot.
Transfer aset tersebut, menurut Gatot adalah salah satu poin utama dari perjanjian yang telah mereka tandatangani pada tahun 1992 dan berlaku sejak 21 September 1994. Perjanjian Build, Operation and Transfer (BOT) tersebut berlaku selama 20 tahun, yaitu hingga 20 September 2014 lalu.
"Jadi sekarang lakukan dulu T (transfer) nya. Baru kita duduk bersama lagi untuk buat perjanjian yang baru," tutup Gatot.
(kff/ndr)











































