Uang Hasil Kenaikan Tarif Digunakan PT KCJ untuk Servis Penumpang Commuter Line

Uang Hasil Kenaikan Tarif Digunakan PT KCJ untuk Servis Penumpang Commuter Line

- detikNews
Kamis, 16 Okt 2014 13:51 WIB
Uang Hasil Kenaikan Tarif Digunakan PT KCJ untuk Servis Penumpang Commuter Line
Jakarta -

Menyusul kenaikan tarif commuter line sebesar Rp 2.000, PT KAI Commuter Jabodetabek (PT KCJ) membuat terobosan baru dengan memasang layar televisi memuat informasi kereta yang tersebar dalam rangkaian kereta serta stasiun. Apakah kenaikan biaya ini ada kaitannya untuk operasional layanan tersebut?

"Nggak semuanya. Rp 2.000 yang kami dapatkan dari peningkatan tarif itu digunakan untuk operasional dan lain-lain," tutur Dirut PT KCJ Tri Handoyo di Stasiun Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (16/10/2014).

Hal itu juga diamini oleh Direktur Pemasaran PT KCJ Dwiyana mengatakan, sebagian dari kenaikan tarif yang telah diberlakukannya sejak Rabu (15/10) lalu digunakan juga untuk biaya perbaikan fasilitas umum di stasiun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pemerintah menambah anggaran PSO-nya untuk PT KCJ. Beberapa untuk ini tapi yang lain juga banyak. Kita juga secara progresif memperbaiki kondisi toilet, mushola dan lain-lainnya di stasiun," papar Dwi.

Handoyo menjelaskan, kehadiran layar informasi tersebut sangatlah penting bagi penumpang. Selain untuk memberitahu posisi kereta terkini juga untuk mengajarkan kemandirian pada penumpang.

"Ini sangat urgen karena penumpang buta info. Info lewat suara di stasiun belum tentu dengar. Nah kita mau dalam bentuk tulisan sehingga penumpang bisa tahu informasi karena orang itu lebih senang nanya. Kita pgn edukasi penumpang itu utk baca info dan kondisi KRL," lanjutnya.

Meski demikian, dia juga enggan membeberkan berapa nilai investasi yang dikeluarkannya untuk proyek ini. "Saya nggak mau buka. Kenaikan Rp 2.000 digunakan semaksimal mungkin untuk penumpang," imbuh Handoyo.

Adapun kehadiran layar televisi di dalam rangkaian kereta dan stasiun disambut baik para pengguna kereta (commuter), salah satunya Tika. Karyawati berusia 23 tahun ini menilai positif dan berharap ke depannya agar kereta tidak lagi sering gangguan atau terlambat.

"Bagus dengan ada layar begini kan kita jadi tahu. Harapannya sih supaya kereta nggak lagi datang terlambat karena pengguna sekarang bisa terus memantau kereta yang mau ditumpanginya," kata dia.

(aws/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads