"Dua hari yang lalu ada rapat pimpinan parpol Koalisi Merah Putih (KMP) di kantor Pak Ical. Di situ dibahas mengenai pembagian jatah ketua untuk partai-partai berkoalisi. Kalau paket KMP, Golkar itu dapat tiga ketua komisi dan satu badan," ujar Tantowi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (16/10/2014).
Tantowi yang juga Ketua DPP Golkar itu menjelaskan ada 16 jatah alat kelengkapan dewan yang memang diperebutkan Koalisi Indonesia Hebat dan KMP, yang terdiri dari 11 komisi dan lima badan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami dapat 3 ketua komisi dan 1 badan, demikian juga Gerindra," sebutnya.
Dia menjelaskan alasan Golkar dan Gerindra mendapat jatah terbanyak di KMP karena asas proporsional. Golkar dan Gerindra merupakan dua partai KMP dengan perolehan kursi terbanyak di DPR.
"Sesuai dengan porsi. Jadi proporsional berdasarkan jumlah kursi. Jumlah kursi sangat penting. Golkar kan paling banyak, kita dapat 4, yaitu 3 ketua komisi dan 1 alat kelengkapan. Gerindra juga dapat 4. Yang lain-lainnya dapat 3, 2, atau 1," katanya.
Komisi serta badan alat kelengkapan dewan yang mana bakal menjadi jatah Golkar? Tantowi mengaku sudah ada pembagiannya, namun dia merahasiakan hal tersebut.
"Rahasia,saya tidak bisa menyebutkan," ujarnya.
Kemudian, ditanya apakah dalam pembahasan KMP, PPP mendapat jatah pimpinan komisi? Dia menyebut hal ini tergantung penyelesaian masalah internal partai berlambang kakbah itu. Namun, karena status PPP masih jadi bagian KMP maka menurutnya jatah itu tetap ada.
"Internal mereka masih terbelah menjadi dua, kubu Emron Pangkapi dan SDA. Kita tidak bisa mengambil satu keputusan yang mewakili PPP sampai terlaksananya muktamar yang diakui kedua belah pihak. Tapi, PPP ada, kita tetap memberikan jatah," kata mantan presenter tersebut.
Sebelumnya sempat beredar matriks bagi-bagi kursi KMP di DPR. Dalam matriks itu, Golkar mendapat jatah ketua komisi II, III dan V.
(hat/trq)










































