26 DPW PPP Tak Ingin Ada Muktamar Tandingan

26 DPW PPP Tak Ingin Ada Muktamar Tandingan

- detikNews
Kamis, 16 Okt 2014 13:14 WIB
26 DPW PPP Tak Ingin Ada Muktamar Tandingan
Surabaya - Muktamar VIII dihadiri oleh 26 dari 33 DPW PPP yang diundang. Di hari kedua acara tersebut langsung disepakati bahwa para muktamirin yang hadir di Kota Surabaya, Jawa Timur, ini tak ingin ada Muktamar lain, meski diselenggarakan oleh Ketum Suryadharma Ali.

"Kami harap pemimpin baru nanti selesaikan semua perselisihan ini supaya lebih berjalan dengan normal. Kami dari region Kalimantan mendukung penuh Muktamar di Surabaya ini dan menolak bila ada Muktamar lain. Kami harap tak ada yang main di dua kaki," ujar Ketua DPW PPP Kalimantan Barat Ahmadi Usman di Hotel Empire Palace, Jl Blauran, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (16/10/2014).

Total seluruh peserta yang hadir sebanyak 844 dari 1.112 yang diundang. Ada pun 7 DPW yang tidak hadir adalah Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Yogyakarta, Bali, Sumatera Selatan, dan Papua Barat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Senada dengan Ahmadi, Ketua DPW PPP Jawa Timur Musyafak Noer juga menegaskan tak ingin ada Muktamar lain. Dia selaku tuan rumah ingin PPP cepat menemukan pemimpin baru.

"Siapa pun yang nanti menjadi Ketua Umum dan duduk di DPP supaya tidak mengulang kesalahan yang kemarin. Semakin cepat pemimpin dipilih maka lebih baik, lebih cepat lebih baik," ujar Musyafak disambut tepuk tangan meriah.

Dia menyayangkan ketidakhadiran Ketum PPP Suryadharma Ali dalam forum tertinggi partai tersebut. Selain itu masih adanya pihak-pihak yang dinilai Musyafak mengaku sebagai kader PPP yang mencoba menggagalkan Muktamar dengan demonstrasi.

Sementara itu Ketua DPW PPP Maluku Utara Syarief Hadler menyebut kepemimpinan saat ini telah mengatasnamakan partai untuk kepentingan pribadi. Dia ingin Ketum PPP selanjutnya tak bertindak demikian.

"Di mana pun seorang ketua organisasi haruslah disegani oleh pihak lain. Tetapi yang terjadi sekarang di PPP ketika Ketumnya bicara justru mengundang cemoohan," ucap Syarief.

Sebelumnya Suryadharma menyebut Muktamar yang digelar kubu sekjen PPP Romahurmuziy tidak sah. Dia pun berencana mengadakan Muktamar setelah pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI.

(bpn/trq)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads