Dalam pidatonya di Gedung MPR pada 20 Oktober 2009, SBY mengungkapkan keberhasilan Indonesia yang mampu menjadi negara demokrasi yang kuat, pertumbuhan ekonomi pun semakin kuat. Meski begitu, masih banyak tantangan dan pekerjaan rumah yang harus dituntaskan di masa kepengurusannya. SBY lalu memaparkan 3 kunci sukses untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, memperkuat demokrasi dan meningkatkan keadilan.
"Pertama, jangan pernah kita menyerah dan patah semangat," kata SBY dalam pidatonya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebagaimana sering saya sampaikan dalam berbagai kesempatan, kita harus selalu mengobarkan semangat Harus Bisa! Can do spirit! Ke depan, dengan semangat Indonesia Bisa, kita akan menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah krisis dunia," ucapnya.
Kunci sukses kedua, menurut SBY, adalah perlu terus menjaga persatuan dan kebersamaan. Pandangan politik boleh berbeda, tetapi semua pihak harus kompak untuk mencari solusi permasalahan bangsa bersama-sama.
"Dalam demokrasi, kita bisa berbeda pendapat, namun tidak berarti harus terpecah belah. Dalam demokrasi yang sehat, ada masanya kita berdebat, ada masanya kita merapatkan barisan," ujar SBY.
Kunci sukses yang ketiga adalah SBY berpesan agar rakyat menjaga jati diri Indonesia. Menurut SBY, ke-Indonesiaan tercermin dalam sikap pluralisme atau ke-bhinneka-an, kekeluargaan, kesantunan, toleransi, sikap moderat, keterbukaan, dan rasa kemanusiaan. Hal-hal inilah yang harus dijaga karena merupakan modal sosial dan potensi nasional yang berharga.
"Yang membedakan bangsa Indonesia dari bangsa-bangsa lain adalah budaya kita, way of life kita, dan ke-Indonesiaan kita," tuturnya.
Joko Widodo pada tanggal 20 Oktober 2014 mendatang akan menyampaikan pidato pertamanya sebagai Presiden RI usai membacakan sumpah. Durasi pidato yang awalnya direncanakan sepanjang 45 menit, kini dipangkas menjadi 7 menit. Publik pun menanti, apa yang akan disampaikan Jokowi nanti?
(imk/erd)











































