Usai memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Brata di Lapangan Lalulintas Polda Metro Jaya, Kamis (16/10/2014) pagi, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Unggung Cahyono dan Wagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berkeliling mengecek kesiapan anggota dan peralatannya.
Peralatan milik pasukan elit Detasemen Khusus Anti Teror (Densus) 88 Polri mulai dari peralatan untuk menjinakkan bom hingga sniper dipamerkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya itu sniper. Kita punya jenis AK dan Barreta. Ini ketepatannya hingga 1.800 meter," Kapolda menjelaskan peralatan kepada Ahok.
"Nah kalau ini, tameng anti-peluru milik Brimob juga dan sering dipakai Densus," kata Kapolda lagi sambil menunjukkan tameng tersebut.
Semua peralatan milik Brimob ini digelar lengkap mulai dari sniper dan senjata api lainnya, alat utama (Alut) dan alat khusus (Alus) seperti baju penjikan bom dan seragam lengkap Brimob mulai dari helm, rompi anti peluru hingga pengaman untuk lutut, kaki dan sikut.
Peralatan lainnya yakni alat komunikasi milik Intelijen dan Keamanan (Intelkam) Polda Metro Jaya, mulai dari teropong, alat jammer sinyal, alat komunikasi khusus dan lain-lain. Baracuda dan water cannon juga digelar dalam appel pasukan tersebut, termasuk truk personel.
Sementara personel yang digelar mulai dari Satuan Brimob dengan seragam lengkap, Satuan Sabhara juga dengan seragam lengkap, Satuan Reserse, Satuan Intelkam, Satuan Lalulintas hingga Satuan Satwa Kuda dan K9.
Polri juga menggelar pasukan pengurai massa mulai dari Pasukan Anti Huru-Hara (PHH), Dalmas (Pengendalian Massa) dan Patmor (Patroli Motor) hingga Pasukan Angel.
(mei/aan)











































