Polda DIY Bantah Ada Aksi Premanisme di Yogya

Polda DIY Bantah Ada Aksi Premanisme di Yogya

- detikNews
Kamis, 16 Okt 2014 01:59 WIB
Yogyakarta - Kepolisian Daerah Istimewa (Polda) DI Yogyakarta membantah adanya aksi premanisme, anarkisme dan kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok orang.

Kelompok yang disebut Genk RKS (Raden Kian Santang) itu diberitakan telah melakukan aksi kekerasan terhadap warga terutama anak muda di wilayah Yogya-Sleman bagian barat.

Aksi kekerasan berupa pembacokan dengan senjata tajam itu dilakukan terhadap seseorang atau kelompok yang sudah dikenal maupun tidak dikenal. Akibat adanya informasi secara berarti baik melalui media sosial dan SMS itu mengakibatkan warga masyarakat terutama orang tua menjadi resah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Atas informasi tersebut, Polda DIY membantah adanya informasi yang menyesatkan. Agar tercipta kondisi yang aman dan kondusif, kepolisian di semua tingkatan meningkatkan patroli keamanan di tempat-tempat rawan.

"Kami mengimbau kepada masyarakat luas terkait dengan adanya SMS Center yang masuk ke Polda DIY, dengan isi SMS tersebut menyampaikan bahwa masyarakat saat ini dibuat resah dengan adanya SMS berupa isu yang beredar secara berantai, di Yogyakarta terjadi aksi anarkisme, geng-geng yang membuat onar, pembacokan, yang dilakukan bocah klithih dan kelompok Raden Kian Santang. Isu itu tidak benar," kata Kabid Humas Polda DIY AKBP Anny Pudjiastuti, Rabu (15/10/2014).

Dia mengimbau agar masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan adanya isu-isu yang disebarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Masyarakat diharap tenang dan beraktifitas seperti biasanya.

"Polda DIY dan jajaran menjamin keamanan kota Jogja dan wilayah hukum Polda DIY agar tetap aman dan kondusif dengan meningkatkan kegiatan patroli di lapangan," katanya.

Jika masyarakat menemui tindak kriminal lanjut Anny, masyarakat diharapkan untuk menghubungi call center 110 atau SMS center 0811 2929 000 Itwasda Polda DIY.

(bgs/kha)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads