Franz Albert Joku dan Suriel Semuel Mofu, tokoh-tokoh penting dari Papua Barat, Indonesia, berkunjung selama dua hari di Belgia dalam rangka penjajakan kerjasama bidang pembangunan dengan Uni Eropa dan Belgia.
Kedua tokoh antara lain melakukan pertemuan dengan anggota Parlemen Eropa dari kelompok politik terbesar yaitu European Peoples Party (EPP) dan kelompok politik terbesar kedua Progressive Alliance of the Socialist and Democrats (S&D) di Brussel, Selasa (14 Oktober 2014) waktu setempat.
Kedua pihak membahas mengenai upaya peningkatan kerjasama pembangunan, khususnya pendidikan dan kesehatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Dr. Jan Olbrycht dari EPP melihat kehidupan harmonis dari berbagai suku, etnisitas, agama dan bahasa di Indonesia termasuk juga masyarakat Papua sebagai salah satu kekuatan Indonesia.
Ini merupakan hal yang perlu dipelajari dan dipahami lebih jauh oleh masyarakat Uni Eropa, demikian Dr. Olbryhct dalam kesempatan pertemuan dengan kedua tokoh Papua itu.
Dalam pertemuan tersebut, Dubes RI untuk Belgia, Luksemburg dan Uni Eropa Arif Havas Oegroseno menyampaikan bahwa dengan diberlakukannya PCA, UE dan 28 negara anggotanya telah memiliki kewajiban hukum untuk mendukung dan menghormati keutuhan wilayah Indonesia dan integritas teritorial Indonesia.
Oleh karena itu, upaya peningkatan kerjasama dengan Indonesia termasuk salah satunya pembangunan di Papua Barat dengan Uni Eropa akan selalu dilandasi dengan kebijakan dan pemahaman tersebut, imbuh Dubes.
Franz Albert Joku juga menekankan bahwa situasi di Papua sudah jauh lebih baik dibandingkan masa Orde Baru.
Saya tidak ingin Papua dan rakyat Papua dijadikan tempat dan alat bagi LSM asing khususnya di Uni Eropa yang membawa isu HAM di Papua hanya demi program mereka semata, tanpa membawa manfaat bagi rakyat Papua, tegas Franz.
Lebih lanjut Franz mengatakan bahwa saat ini sudah saatnya semua elemen bekerjasama untuk membangun Papua.
Selama di Brussel kedua tokoh Papua Barat itu, sebagaimana disampaikan Counsellor Penerangan, Sosial Budaya, dan Diplomasi Publik Riaz J.P. Saehu, juga bertemu dengan para penasehat Anggota Parlemen Eropa pada Directorate General of External Policies (DG EXPO).
Tujuan pertemuan kedua pihak adalah untuk membahas perlunya peningkatan kerjasama pembangunan RI-UE, khususnya di daerah Papua Barat.
Riset
Sehari sebelumnya Suriel Semuel Mofu selaku Rektor Universitas Negeri Papua (UNIPA) bertemu dengan Direktur Institute for Tropical Medicine (ITM) di Antwerpen, Belgia, Senin (13 Oktober 2014).
Keduanya sepakat untuk menjajaki kerjasama riset dan akademis dalam waktu dekat, khususnya di bidang penanggulangan malaria dan manajemen kesehatan masyarakat di Papua Barat.
Saat ini, tingkat kematian karena malaria di Papua Barat sangat tinggi. Ada kekosongan dalam hal kapasitas SDM, pendidikan, serta riset tentang malaria. Skema yang sedang dibahas UNIPA dengan ITM diharapkan dapat mengisi kekosongan ini, terang Dubes Arif Havas Oegroseno.
Rektor Suriel Semuel Mofu menambahkan bahwa upaya peningkatan kerjasama pembangunan di Papua Barat seyogyanya harus dilihat jauh ke depan.
"Dan peningkatan kerjasama pendidikan di ranah kesehatan merupakan salah satu faktor penting dalam upaya membangun Papua Barat menjadi lebih baik, tandas Suriel.
Mahasiswa-mahasiswa di UNIPA pimpinan Suriel selanjutnya ditargetkan untuk meneruskan studi jenjang S2 dan S3 di ITM. ITM adalah institusi riset dan pendidikan tingkat global yang memiliki infrastruktur dan resources kuat, khususnya di bidang penanggulangan penyakit malaria.
Secara historis, hubungan ITM dengan Indonesia sudah terjalin sejak dulu. Beberapa ahli di bidang kedokteran di Indonesia, termasuk Menteri Kesehatan RI, Nafsiah Mboi, adalah juga alumni ITM. (es/es)











































