Ratusan sopir kendaraan berat mendemo dan memblokir jalan tol Cilegon Barat di KM 95. Aksi itu adalah bentuk protes karena mereka keberatan pengelola jalan tol Tangerang-Merak, PT Marga Mandalasakti menerapkan aturan tiket overload.
“Para pengemudi menutup jalur karena enggak ingin ada ketentuan diberikan tiket overload,” kata Edo, petugas info tol Marga Mandalasakti, saat dihubungi detikcom, Rabu (15/10/2014).
PT Marga Mandalasakti memberlakukan tiket overload untuk kendaraan yang berlebihan muatannya. Di pintu tol Cilegon Barat yang sering jadi akses keluar masuk truk bermuatan berat, dipasang satu timbangan kendaraan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Yang diberikan tiket overload, harus keluar gerbang terdekat dengan tarif normal, enggak bisa melanjutkan perjalanan arah ke Jakarta. Kalau mereka bablas dikenakan denda jarak terjauh mulai Rp 72 ribu untuk golongan III hingga Rp 188 ribu untuk golongan V,” ujar Eko.
Tak setuju dengan kebijakan itu, sore tadi sopir truk memblokir tol Cilegon Barat di km 95 arah ke Jakarta dan sebaliknya. Akibat demo itu, lalu lintas sempat tersendat lebih dari 3 jam mulai pukul 17.00 WIB. Kemacetan parah terjadi sepanjang 2 km, baik yang arah Jakarta maupun arah ke Merak.
(ros/kha)











































