Ini Penyebab Sopir Blokir Tol Tangerang-Merak

Ini Penyebab Sopir Blokir Tol Tangerang-Merak

- detikNews
Rabu, 15 Okt 2014 21:59 WIB
Jakarta -

Ratusan sopir kendaraan berat mendemo dan memblokir jalan tol Cilegon Barat di KM 95. Aksi itu adalah bentuk protes karena mereka keberatan pengelola jalan tol Tangerang-Merak, PT Marga Mandalasakti menerapkan aturan tiket overload.

“Para pengemudi menutup jalur karena enggak ingin ada ketentuan diberikan tiket overload,” kata Edo, petugas info tol Marga Mandalasakti, saat dihubungi detikcom, Rabu (15/10/2014).

PT Marga Mandalasakti memberlakukan tiket overload untuk  kendaraan yang berlebihan muatannya. Di pintu tol Cilegon Barat yang sering jadi akses keluar masuk truk bermuatan berat, dipasang satu timbangan kendaraan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beban kendaraan yang diizinkan disesuaikan dengan golongan kendaraan. Kalau untuk golongan III atau truk dengan 3 gandar, muatannya diizinkan 24 ton. Golongan IV (truk 4 gandar) 34 ton, golongan V 46 ton, golongan VI 56 ton.

“Yang diberikan tiket overload, harus keluar gerbang terdekat dengan tarif normal, enggak bisa melanjutkan perjalanan arah ke Jakarta. Kalau mereka bablas dikenakan denda jarak terjauh mulai Rp 72 ribu untuk golongan III hingga Rp 188 ribu untuk golongan V,” ujar Eko.

Tak setuju dengan kebijakan itu, sore tadi sopir truk memblokir tol Cilegon Barat di km 95 arah ke Jakarta dan sebaliknya. Akibat demo itu, lalu lintas sempat tersendat lebih dari 3 jam mulai pukul 17.00 WIB. Kemacetan parah terjadi sepanjang 2 km, baik yang arah Jakarta maupun arah ke Merak.

(ros/kha)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads