"Banyak yang belum selesai. Reformasi birokrasi juga belum selesai," kata Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kepada wartawan di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (15/10/2014).
Selain itu, Ahok mengatakan sistem renumerasi juga belum selesai. Keinginannya untuk mengurangi pegawai juga belum terlaksana. Dia berjanji pengurangan pegawai akan terlihat tahun depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"E-budgeting itu masih lelet, ULP termasuk sistem online ada unsur kesengajaan atau memang dia tidak sanggup lakukan cuma proyek-proyek yang gitu aja," ulas Ahok.
Ahok bahkan merasa tertipu, mulai sejak saat di awal dia menjadi wagub tak memiliki kursi kerja dan lampu di kantornya yang padam.
Termasuk, saat pihaknya meminta seorang pejabat untuk dicabut dari posisinya namun malah jabatan orang tersebut dinaikkan.
"Dinas perumahan itu malah pindah jadi PU jadi Kasudin. Suruh berhentikan orang sesuai rekomendasi KPK," cerita Ahok.
"Nah kita lihat kok BKD ada orang ingin ngelamar di pajak nggak diurus-urus. Tapi ada orang tiba-tiba pindah ke pajak. Kita tahu kok tahun ini banyak tipu menipu dan saya masih tahan," imbuhnya.
(sip/kha)











































