"Hasil kesimpulan dari gelar perkara yang didapat dari hasil olah TKP, keterangan saksi-saksi dan pemeriksaan kendaraan, itu (korban tewas) kecelakaan tunggal," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (15/10/2014).
Dia menjelaskan, dari hasil olah TKP dan keterangan saksi-saksi, tidak ada impact antara supercar milik Hotman dengan truk box maupun dengan bus pariwisata saat itu. Saat itu yang terjadi di lokasi, ada dua peristiwa kecelakaan yang berbarengan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat mobil terguling, sopir mobil box Dede Sulaeman dan kernetnya terpental ke aspal. Dede tewas di lokasi kejadian, sementara kernet yang sempat tak sadarkan diri setelah terpental dari mobil, hanya mengalami luka-luka.
"Mereka saat itu tidak mengenakan safety belt," ucapnya.
Di sisi lain, terjadi kecelakaan antara mobil milik Hotman dengan bus pariwisata, juga di jalur yang sama. Tetapi, ketika keduanya berbenturan, tidak ada yang menyenggol mobil box tersebut.
"Jadi yang mobil Hotman sempat menabrak bagian belakang bus pariwisata di jalur cepat, tetapi setelah ditabrak, bus tersebut tetap melaju," ujarnya.
Polisi sendiri sudah berupaya mencari bus pariwisata tersebut ke sejumlah PO bus, tetapi tidak berbuah hasil.
(mei/ndr)











































