Kalah Terus di Senayan, Negosiator PDIP Dinilai Gagal

Kalah Terus di Senayan, Negosiator PDIP Dinilai Gagal

- detikNews
Rabu, 15 Okt 2014 17:32 WIB
Kalah Terus di Senayan, Negosiator PDIP Dinilai Gagal
Jakarta - PDIP dan koalisinya yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat mengalami kekalahan demi kekalahan di tingkat persaingan perebutan kursi pimpinan di Parlemen Senayan. Mulai dari UU MD3, perebutan Pimpinan DPR, hingga persaingan paket Pimpinan MPR, gagal dimenangkan koalisi pro Jokowi-JK ini.

Faktor negosiator yang kurang mumpuni dinilai sebagai biang kekalahan beruntun yang diderita Koalisi Indonesia Hebat. Jika masalah mendasar ini tidak diatasi, kekalahan PDIP cs bakal terus berlanjut sampai ke persaingan yang terdekat, yakni pemilihan pimpinan alat kelengkapan dewan.

"Yang perlu dievaluasi adalah strategi negosiasi. Saya kira Koalisi Indonesia Hebat tidak mampu memastikan terakomodasinya kepentingan partai politik Koalisi Merah Putih," tutur peneliti politik dari Center for Strategic and International Study (CSIS), Arya Fernandes, saat berbincang dengan detikcom, Kamis (15/10/2014).

Arya menuturkan, kepentingan politik dari Koalisi Merah Putih haruslah terakomodasi bila PDIP cs ingin mengajak salah satu dari mereka bergabung dan akhirnyua memenangkan persaingan di Senayan.

"Ini menunjukkan Koalisi Indonesia Hebat tak mampu membujuk partai lain berpindah haluan, karena gagal membaca kepentingan politik mereka, atau tawaran yang terlalu rendah, sehingga jadi tidak menarik," tuturnya.

Lalu kepentingan apa yang harus diakomodasi Koalisi Indonesia Hebat agar Koalisi Merah Putih bisa luluh? Arya menyebut kepentingan mendapat kursi kabinet-lah yang harus diakomodasi.

"Kepentingan politik adalah kursi kabinet. Meski Jokowi dulu pernah mengatakan akan memberi dua kursi menteri pada anggota Koalisi Merah Putih yang akan bergabung, tapi mungkin itu bukan kementerian yang strategis atau tak bisa memberikan keuntangan finansial bagi partai yang ditawarkan," tutur Arya.

(dnu/trq)


Berita Terkait