Mbah Moen Imbau Muktamar Islah PPP Dilakukan Pada 19 Oktober

Mbah Moen Imbau Muktamar Islah PPP Dilakukan Pada 19 Oktober

- detikNews
Rabu, 15 Okt 2014 16:39 WIB
Mbah Moen Imbau Muktamar Islah PPP Dilakukan Pada 19 Oktober
Jakarta -

Ketua Pimpinan Majelis Syariah Maimoen Zubair (Mbah Moen) menegaskan Muktamar PPP yang digawangi kubu Romahurmuziy (Romi) danSuryadharma Ali (SDA) tidak sah. Pria yang biasa disapa Mbah Moen itu menyarankan agar partainya menggelar Muktamar Islah, Minggu (19/10) mendatang.

"Keputusan ini dalam rangka mematuhi putusan mahkamah partai yang jauh hari memutuskan untuk islah. Kenapa sebelum 20 Oktober, kita ambil jalan tengah di mana Muktamar Surabaya tanggal 15 dan yang di Jakarta 23. Jadi ini tengahnya pertimbangan Mbah 19 Oktober," jelas Sekretaris Majelis Pertimbangan Partai Ahmad Yani.

Hal ini diungkapkannya dalam jumpa pers di Hotel Ibis Style, Jl Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (15/10/2014). Keputusan pelaksanaan Muktamar tersebut nantinya akan ditetapkan oleh pengurus partai melalui rapat harian partai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Muktamar ini tetap dilakukan atas AD/ART yang masih konsisten di Jl Diponegoro. Nanti akan diadakan rapat apakah memungkinkan tanggal 19 Oktober tersebut," lanjutnya.

"Muktamar itu kita undang yang sengketa tidak ada yang dibedakan," kata Yani.

Menyoal badai perpecahan yang tak kunjung usai di internal PPP, Mbah Moen berpendapat semua dikembalikan lagi kepada pemimpin selaku nahkoda partai.

"Menurut ajaran agama, umat Islam itu kalau ada perpecahan ada yang doktrin. Kalau pimpinan itu baik maka umat Islam itu baik," ujar pria yang baru kembali dari ibadah haji di Tanah Suci itu.

"Ada yang menanam jadi rumput tidak akan tumbuh kalau tidak ada yang menanam. Siapa yang menanam itu dari atas tidak ada yang tumbuh dari bawah sendiri," pungkasnya.

(aws/dnu)


Berita Terkait