Gebrakan 100 Hari SBY Hanya Fenomena Inul Politik>
Rabu, 12 Jan 2005 17:01 WIB
Jakarta - Saat terpilih presiden, SBY berjanji akan melakukan gebrakan 100 hari di awal pemerintahannya. Tapi bukannya berhasil, semua gebrakan SBY dinilai tidak ada yang spektakuler dan dikhawatirkan SBY justru terkena fenomena 'Inul Politik'."Seperti dikhawatirkan orang banyak, SBY seperti halnya Inul Daratista, yang merupakan fenomena menakjubkan di awal kemunculannya tapi langsung terlupakan dan tidak ada hasilnya."Demikian dikatakan mantan Ketua MPR Amien Rais kepada wartawan saat berbincang-bincang di kediaman pribadinya, Jl. Taman Gandaria C1, Rabu (12/1/2005). Amien menjawab pertanyaan mengenai hasil gebrakan 100 hari SBY yang akan habis akhir bulan ini."SBY jangan seperti itu (fenomena Inul). Saya berharap semua janji dan komitmen SBY saat kampanye dulu tidak hanya jadi komoditas politik saja, tapi harus diwujudkan," kata Amien.Menurut Amien, gebrakan SBY sejauh ini sifatnya masih mikro atau kecil dan bersifat kosmetik. Contohnya, hanya memindah para pesakitan (tahanan) dari Jakarta ke Nusa Kambangan. "Tidak bersifat hukum sama sekali. Memang semua gebrakannya tidak ada yang spektakuler," ujarnya.Amien juga mengatakan, meski di luar pemikiran SBY, yang muncul di permukaan saat ini yaitu bencana, musibah dan kecelakaan. "Yang ada di benak publik saat ini hanya peristiwa menyedihkan saja yang terjadi," kata Amien.Selain itu, kata Amien, perbedaan kepentingan antara SBY dan Jusuf Kalla juga mengemuka dalam awal pemerintahan SBY. "Yang nomor satu bukan kepentingan orang banyak, tapi kepentingan bisnis kelompok-kelompok tertentu. Seolah sekarang ini ada permainan orde baru jilid reformasi, ini tidak bagus," ungkap Amien.Lebih lanjut Amien mengatakan, dampak terburuk jika gebrakan 100 hari SBY tidak terbukti, selain fenomena 'Inul Politik', juga hilangnya kepercayaan rakyat terhadap SBY. "Prahara dan kritik akan banyak sekali," demikian Amien Rais.
(fab/)











































