Kubu Romi Temui Pendemo, Terjadi Debat 'Panas' soal Keabsahan Muktamar

Kubu Romi Temui Pendemo, Terjadi Debat 'Panas' soal Keabsahan Muktamar

- detikNews
Rabu, 15 Okt 2014 14:37 WIB
Kubu Romi Temui Pendemo, Terjadi Debat Panas soal Keabsahan Muktamar
Perwakilan DPP dan massa pendemo terlibat debat (Foto: Rois Jajeli/detikcom)
Surabaya - Puluhan pendemo mendatangi arena Muktamar PPP kubu Romi Cs. Mereka ditemui perwakilan DPP. Terjadi debat alot soal keabsahan muktamar.

Dari pantauan detikcom, perwakilan dari kubu Suryadharma Ali mendesak untuk masuk ke dalam Empire Palace Surabaya, Rabu (15/10/2014). Namun, polisi melarangnya dan dimediasi bertemu dengan perwakilan dari DPP PPP kubu Romi Cs.

Dalam debat kedua kubu terdiri dari Ahmad Solikin (Majelis Pakar DPC PPP Malang), H Rahwono (Ketua I Majelis Pertimbangan Cabang Malang), Arif (DPC Surabaya) dan Ahmad Kian Santang (DPC Sampang). Sedangkan kubu dari Romi Cs yakni ada 2 orang DPP PPP.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Apakah pelaksanaan muktamar ini sesuai amanat partai. Saya tanya KH Maimun Zubair (Majelis Syariah DPP PPP). Kalau nggak ada, Pak Suryadharma nggak, berarti ini bukan partai tapi perpecahan," ujar Kian Santang.

Ahmad Solikin menambahkan, apakah sudah ada izin pemberitahuan dari kepolisian. Karena sampai subuh tadi, Mabes Polri belum mengeluarkan izin.

"Kalau ada pemberitahuan dari Mabes Polri saya akan masuk. Kalau tidak ada, kami tidak masuk dan muktamar harus dibubarkan," tegasnya.

Toni, perwakilan dari DPP PPP, meminta semuanya tenang dan tidak emosi, karena sama-sama dari PPP.

Dirinya pun berjanji akan menemui panitia dan memberikan jawaban tentang maksud yang dipersoalkan dari daerah.

"Saya akan masuk dulu. Tapi sebelumnya saya minta identitas anda, jabatannya apa. Nanti kami sampaikan ke panitia," terang Toni.

Hingga pukul 14.00 WIB, massa masih berkumpul di depan akses pintu masuk Empire Palace. Sedangkan, perwakilan dari DPP tersebut masuk ke dalam dan menyatakan akan membawa aspirasi massa.

(roi/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads