"Islah lagi, nanti konflik lagi, terus islah lagi. Inikan tidak bagus," keluh Suryadharma di kediaman Djan Faridz, Jl Talang, Jakarta Pusat, Rabu (15/10/2014).
Dari kaca mata Suryadharma, Romi merupakan aktor penggerak 'drama PPP' yang masih berlanjut ini. Romi adalah pihak yang selalu merongrongnya, berusaha melengserkannya, dan kemudian ditengahi oleh upaya islah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suryadharma kini menganggap Muktamar VIII PPP di Surabaya, Jawa Timur, yang diselenggarakan Romi hanya akal-akalan semata. Dirinya mengaku tidak pernah memberi persetujuan soal penyelenggaraan Muktamar itu. Memang ada undangan Muktamar untuk dirinya, namun undangan itu dirasa Suryadharma justru sebagai bentuk pelecehan.
"Menurut saya, undangan terhadap saya adalah pelecehan, karena saya ini adalah penyelenggara. Masa penyelenggara diundang seperti peserta DPW dan DPC? Itu pelecehan. Malah ada undangan ke saya dalam amplop cokelat besar tapi pengirimnya bukan dari DPP tapi dari Parung Bogor, Wahyu Rahman. Ini berarti menipu lagi," tutur Suryadharma.
(dnu/trq)











































