Tiya Dyran seorang master ceremony (MC) di Istana Kepresidenan memiliki pengalaman tersendiri soal ketelitian Presiden SBY. Perempuan yang bertugas sejak zaman Presiden Soeharto itu mengaku kagum dengan ketelitian SBY dalam memperhatikan hal-hal yang justru luput dari pengamatan orang.
Hebatnya lagi, lanjut Tiya, SBY memiliki daya ingat yang sangat luar biasa. Pernah suatu waktu, usai acara, Tiya disuruh membacakan jadwal acara Semarang Festival secara mendadak. Dia pun membacakan dari kertas yang diberikan panitia. Kebetulan saat itu SBY masih ada di dalam ruangan untuk ramah tamah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ternyata Tiya sempat menyebut 'Wayang Kulit Orang'. SBY merasa geli dengan kesalahan itu karena membayangkan apa jadinya sebuah pagelaran wayang kulit orang. Hal yang tidak diperhatikan banyak orang di ruangan itu.
Fotografer Istana, Abror Rizki, juga memiliki pengakuan soal ketelitian Presiden SBY. Menurut dia suami dari Ani Yudhoyono itu adalah sosok yang sanggup memperhatikan detail setiap kondisi.
"Beliau itu sering beli buku dan pasti dibaca. Kalau lagi agenda intern juga biasanya beliau baca atau nulis buku. Pernah juga di New York dan Brasil, beliau menggelar rapat subuh-subuh," papar Abror.
Ada satu momen yang membuat Abror sangat terharu. Dia merasa sangat terkesan saat mendapat ucapan selamat ulang tahun 23 September lalu langsung dari SBY. Saat itu mereka sedang berada di New York depan Gedung PBB.
"Saya bilang, 'Pak saya minta kadonya foto sama Bapak di depan Gedung PBB'. Kami akhirnya berfoto," kata ayah dua anak ini.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh juga selalu terkesan dengan sosok intelektual SBY yang sangat teliti.
"Saya kira beliau sangat luar biasa, semangat kerjanya luar biasa. Intelektual yang luar biasa, tidak tahu waktu dan beliau teliti," cerita Nuh saat ditemui di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (14/10/2014).
Tentang sosok SBY yang teliti itu, Nuh mengaku sering mendapat koreksi. Padahal awalnya ia mengira semua sudah cukup baik.
"Banyak (koreksi). Yang tadinya saya berpikir sudah oke, ternyata beliau ada celah yang kurang lalu minta diperbaiki," ucapnya.
(erd/nrl)










































