Kisah Adu Lucu Guyonan Antara MC Istana dengan SBY

Transisi Presiden

Kisah Adu Lucu Guyonan Antara MC Istana dengan SBY

- detikNews
Rabu, 15 Okt 2014 10:37 WIB
Kisah Adu Lucu Guyonan Antara MC Istana dengan SBY
MC Istana Kepresidenan Tiya Diran
Jakarta -

Acara peresmian Badan Penyelenggaraan Jaminan sosial Kesehatan (BPJS) di Istana Bogor, Selasa 31 Desember 2013 itu tiba-tiba terhenti. Teleconference Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan sejumlah daerah terganggu oleh buruknya sinyal. Suasana pun sesaat menjadi hening, bahkan sebagian panitia merasa tegang.

Maklum selama ini orang menganggap Presiden SBY sebagai sosok yang tegas namun sedikit kaku. Beruntung saat itu ada Tiya Diran yang bertugas sebagai master ceremony (MC). Pengalaman bertugas selaku MC di Istana Kepresidenan sejak zaman Presiden Soeharto membuat Tiya mengenal betul sosok SBY.

Bagi Tiya, suami dari Ani Yudhoyono adalah sosok yang rileks dan jauh dari kesan kaku. Bahkan Tiya mengaku bebas melemparkan guyonan saat menjadi MC kenegaraan yang dihadiri oleh SBY. Tidak jarang juga guyonan Tiya mendapat respons lucu dari SBY.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Termasuk saat acara peresmian BPJS terhenti karena buruknya sinyal. Tak ingin suasana tegang berlangsung lebih lama, Tiya pun mencoba melempar guyonan.

"Mungkin karena saat tahun baru jalur sedang padat. Pak SBY membalas bilang 'Betul Tiya, jalur Jakarta-Puncak memang macet total'," kisah Tiya saat berbincang dengan detikcom di Istana Negara, Selasa (14/10/2014).

Menurut Tiya, SBY juga bukan sosok yang gampang marah jika terjadi sesuatu di luar rencana. Kejadian ini terjadi saat acara Democracy Award yang berlangsung di Grand Hyatt Bali, pekan lalu. Waktu itu tiba-tiba lampu padam sehingga ruangan pun menjadi gelap gulita.

"Pas nyala saya bilang, 'Bapak Presiden, gelap tadi sebenarnya adalah sengaja. Seperti kata Kartini, habis gelap terbitlah terang. Selain itu demokrasi juga harus melalui lorong-lorong gelap baru muncul Democracy Award ini'," kata Tiya saat itu. SBY yang mendengarnya malah senyum-senyum tanpa ada raut muka kesal.

Perempuan kelahiran 23 November 1966 ini kagum dengan ketelitian SBY dalam memperhatikan hal-hal yang justru luput dari pengamatan orang. Hebatnya lagi, lanjut Tiya, SBY memiliki daya ingat yang sangat luar biasa.

Pernah suatu waktu, usai acara, Tiya disuruh membacakan jadwal acara Semarang Festival secara mendadak. Dia pun membacakan dari kertas yang diberikan panitia. Kebetulan saat itu SBY masih ada di dalam ruangan untuk ramah tamah.

Nah usai dia membacakan, SBY langsung tertawa geli. Lucunya lagi, tidak ada orang yang tertawa di ruangan itu selain SBY. Padahal dia merasa tidak ada yang salah dari apa yang sudah dibacakan.

Ternyata Tiya sempat menyebut 'Wayang Kulit Orang'. SBY merasa geli dengan kesalahan itu karena membayangkan apa jadinya sebuah pagelaran wayang kulit orang. Hal yang tidak diperhatikan banyak orang di ruangan itu.

Bagi penyiar TVRI ini, pengalaman paling seru adalah saat MC di acara Diplomatic Gathering. Sebelum acara, Tiya sempat berdiskusi khusus dengan SBY agar membuat acara lebih semarak. Diputuskanlah membuat kuis yang membuat suasana saat itu menjadi lucu.

Meski sudah malang melintang sebagai MC kondang, Tiya mengakui pernah melakukan kesalahan fatal dalam acara yang dihadiri SBY. Dia salah menyebut Ketua MA Harifin Tumpa justru dipanggil Tumpak Hatorangan Panggabean.

Sadar akan kesalahan fatalnya itu, Tiya sudah siap mendapat amukan dari SBY. Namun bukannya marah, SBY dan Ibu Ani justru menjadi fasilitator agar Tiya meminta maaf kepada Harifin.

"Kamu baru saja jadikan orang Bugis jadi orang Batak, ayo minta maaf," kata SBY saat itu.

Tiya bersyukur karena bisa selama 10 tahun dipercaya menjadi MC berbagai acara kepresidenan. Karena posisinya itu dia juga bisa bertemu dengan banyak tokoh-tokoh dunia termasuk Michelle Obama.



(erd/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads