"Dari jaman reformasi 1998 itu begitu hebat konflik di berbagai daerah. Kita bisa redam dengan baik, meski ada 1-2 konflik tapi bisa kita redam. Kemudian pilkada langsung, pilpres langsung. Itu kan timbulkan benih-benih konflik, tapi semua bisa kita kawal dengan baik," kata Sutarman saat ditemui di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (14/10/2014).
Sutarman yang menjabat sebagai Kapolri sejak Oktober 2013 ini menuturkan bahwa SBY memiliki perhatian khusus untuk penegakan hukum korupsi dan terorisme. Hal ini pun sudah mendapatkan apresiasi dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sutarman sebelumnya pernah menjadi ajudan Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid. Ia merasa ada persamaan maupun perbedaan karakter antara Gus Dur dan SBY.
"Beliau sama-sama jenius, sama-sama hebat, kalau Gus Dur kan pesantren, sedangkan SBY militer. Saya rasa dari pengambilan keputusannya yang beda," ujar Sutarman.
(imk/ahy)










































