"Saya kira beliau sangat luar biasa, semangat kerjanya luar biasa. Intelektual yang luar biasa, tidak tahu waktu dan beliau teliti," cerita Nuh saat ditemui di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (14/10/2014).
Tentang sosok SBY yang teliti itu, Nuh mengaku sering mendapat koreksi. Padahal awalnya ia mengira semua sudah cukup baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum menjabat sebagai Mendikbud, Nuh sudah lebih dulu mendampingi SBY sebagai Menristek di KIB I pada periode 2007-2009. Mantan Rektor ITS ini merasa beruntung karena bisa menyiapkan akses pendidikan pada anak kurang mampu lewat berbagai program beasiswa yang diinisiasi SBY.
"Saya bisa siapkan akses pendidikan terutama untuk anak-anak yang tidak mampu. Program bidikmisi itu. Apalagi bidikmisi sudah termasuk UU," ujarnya.
Lalu, apa rencana Nuh setelah tak lagi jadi menteri?
"Saya mau mengajar, nanti akan menetap di Surabaya. Karena saya kan orang Surabaya," kata Nuh.
(imk/ahy)
