"Kami berharap Pak Prabowo mau menemui Pak Jokowi, itu akan menguji sikap kenegarawanan Pak Prabowo. Kami merasa tidak ada masalah dengan Gerindra dan Prabowo," kata Wasekjen PDIP Ahmad Basarah saat dihubungi, Selasa (14/10/2014).
Pertemuan paling mungkin dan sudah direncanakan tentu saat pelantikan Presiden dan wakil presiden terpilih Senin (20/10) mendatang. Basarah mengatakan, jika alasan enggan menemui karena persaingan saat Pilpres, maka itu sudah selesai.
"Pilpres itu hanya sekadar kontestasi bukan peperangan. Jadi begitu kontestasi selesai maka semua sudah selesai," ujarnya.
Lagipula, Jokowi akan dilantik enam hari lagi sebagai Presiden Indonesia bukan presiden Koalisi Indonesia Hebat apalagi presiden PDIP. "Seharusnya kompetisi politik pilpres dan parlemen sudah selesai. Ke depan sudah harus bekerjasama," tegasnya.
(bal/imk)











































