Masih Tolak Taufik dan Boy, Ahok Taksir Djarot Jadi Cawagub

Masih Tolak Taufik dan Boy, Ahok Taksir Djarot Jadi Cawagub

- detikNews
Selasa, 14 Okt 2014 17:17 WIB
Masih Tolak Taufik dan Boy, Ahok Taksir Djarot Jadi Cawagub
Jakarta - Siapa calon pendamping Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) masih belum jelas. Ahok menginginkan calon pendamping yang berintegritas alias tidak korupsi. Salah satu calon yang ditaksir Ahok adalah Djarot S. Hidayat, politisi PDI Perjuangan.

"(Kriteria wagubnya) yang mau bekerja keras, yang punya rekam jejak jelas. Dari PDIP ada kok (yang memenuhi syarat), Djarot, bekas Wali Kota Blitar," kata Ahok kepada wartawan di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta pusat, Selasa (14/10/2014).

Ahok akan menolak meneken calon bila yang diusulkan partai pengusung yakni Gerindra dan PDIP tak sesuai dengan keinginannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, penolakan calon wakil usulan, pernah dilakukan seorang kepala daerah. Landasannya ada pada pasal 35 ayat 2 UU 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah.

"Makanya suruh cari saja UU-nya. Sudah banyak kok kepala daerah enggak tandatangan akhirnya sendirian sampe akhir. Wakil saya dulu di Belitung Timur juga begitu. Setelah saya lepas dia enggak mau tantangan, dan dia tetap sendiri," kata dia.

Pasal itu berbunyi “Apabila terjadi kekosongan jabatan wakil kepala daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang sisa masa jabatannya lebih dari 18 bulan, kepala daerah mengusulkan dua orang calon wakil kepala daerah untuk dipilih oleh Rapat Paripurna DPRD berdasarkan usul partai politik atau gabungan partai politik yang pasangan calonnya terpilih dalam pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah.”

Lantas, akankah Ahok nantinya berani memilih untuk pimpin Jakarta sendirian? "Enggak tahu tergantung saja, kalau mereka (partai Gerindra dan PDIP) macem-macem saya juga macem-macem," ucapnya.

Sesuai UU, selaku pemenang Pilkada 2012, dua partai itu yang berhak mengajukan nama calon. Beberapa nama yang digadang-gadang yakni ketua DPD Gerindra DKI Jakarta M. Taufik dan ketua DPD PDIP DKI Jakarta Boy Sadikin. Tetapi Ahok isyaratkan akan menolak kedua nama tersebut.

(ros/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads