"Berdasarkan hasil penelitian yang kami lakukan, mutu air Sungai Ciliwung yang yang berada di segmen tiga itu berada dalam status tercemar berat. Segmen tiga meliputi kawasan Cibinong, Sukaraja, Bojonggede. Air yang tercemar ini yang langsung mengalir ke kawasan Depok dan Jakarta," kata Roni Sukmana kepada wartawan.
Lebih dari seratus perusahaan di wilayah Kabupaten Bogor, kata Roni, telah berperan serta dalam memperparah status pencemaran air Sungai Ciliwung. "Tapi sementara ini, yang lebih mendominasi adalah limbah domestik atau limbah dari rumah tangga," katanya.
Pembuatan 10 ribu lubang biopori dan penanaman 10 ribu pohon di sekitar DAS Ciliwung, kata Roni, merupakan salah satu upaya untuk mengembalikan kondisi dan mutu air sungai ciliwung.
"Oleh karena itu, yang kita lakukan saat ini adalah upaya untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas air. Kuantitas air dalam artian meningkatkan penyerapan air tanah," kata Roni.
Pembuatan 10 ribu lubang biopori tersebut akan dilakukan di kawasan segmen satu DAS Ciliwung, yang meliputi Kecamatan Cisarua, Megamendung dan Ciawi. Sementara penanaman 10 ribu pohon akan dilakukan di Kecamatan Megamendung dan Sukaraja. "Sementara segmen dua DAS Ciliwung, itu meliputi kawasan Kota Bogor," katanya.
(try/try)











































