Rumsfeld Membantah Pasukan AS akan Dikirim ke Suriah
Rabu, 12 Jan 2005 15:30 WIB
Jakarta - Pentagon dikabarkan tengah gencar-gencarnya membahas pengiriman pasukan khusus AS ke Suriah untuk mengejar para gerilyawan yang kerap melancarkan serangan di Irak. Namun Menteri Pertahanan (Menhan) AS Donald Rumsfeld membantah keras berita tersebut.Rumsfeld menyebut berita yang dilansir majalah Newsweek itu sebagai omong kosong. Ditegaskan petinggi Pentagon itu, pasukan khusus AS tidak akan masuk ke Suriah untuk mengejar gerilyawan. Ketika ditanya apakah hal tersebut tengah dipertimbangkan, Rumsfeld berujar: "Kenapa saya harus membicarkan hal seperti itu?" Demikian seperti diberitakan AFP, Rabu (12/1/2005).Menurutnya, ia belum melihat langsung berita yang diterbitkan Newsweek tersebut. "Namun semua orang membicarakannya, dan itu omong kosong," ujar Rumsfeld kepada wartawan di Washington."Yang benar adalah bahwa tanggung jawab para komandan di sana dan koalisi serta pemerintah Irak untuk melihat bahwa warga Irak dilatih untuk menyediakan keamanan bagi negeri itu," tegasnya.Newsweek menuliskan bahwa Pentagon, yang tertekan akibat masalah Irak, tengah mengintensifkan perdebatan mengenai opsi untuk menggunakan skuad khusus guna mengejar para gerilyawan, yang hingga kini terus melakukan penyerangan terhadap pasukan koalisi di Irak.Pasukan khusus ini mirip dengan "skuad kematian" yang pernah dikerahkan untuk membunuh pemimpin-pemimpin pemberontak di El Salvador pada awal tahun 1980-an. Menurut media tersebut, pasukan khusus AS akan memimpin operasi di tempat-tempat seperti Suriah yang berbatasan dengan Irak. Sementara aktivitas di dalam Irak akan dilakukan oleh paramiliter Irak.
(ita/)











































