Banyak Kapal Komersial Bertopeng Ngangkut Bantuan Kemanusiaan

Banyak Kapal Komersial Bertopeng Ngangkut Bantuan Kemanusiaan

- detikNews
Rabu, 12 Jan 2005 15:03 WIB
Bandung - Terkait bencana tsunami di Aceh dan sebagian Sumatera Utara (Sumut), banyak pengusaha kapal komersial yang tega-teganya memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Mereka mengaku mengangkut bantuan kemanusiaan untuk korban tsunami, tapi ternyata bohong belaka. Kejadian ini terjadi pada sejumlah kapal yang berlabuh di Pelabuhan Belawan, Medan. Kapal nakal ini memanfaatkan momen biaya gratis parkir dan penurunan barang bawaan di pelabuhan. Memang, sebelumnya pemerintah menginstruksikan kapal-kapal dari PT Pelni dan kapal pemerintah yang membawa bantuan kemanusiaan dibebaskan dari biaya. "Tapi, praktek seperti itu akhirnya ketahuan. Kita punya sistem yang dikenal dengan cargo manifest," ujar Max Surentu dari Pelayaran pengendalian operasi Pelabuhan Belawan Medan kepada detikcom, di sela-sela seminar ISPS Code di hotel Holiday Inn, Jl. Dago Bandung, Rabu (12/1/2005). Pelabuhan Belawan yang dijadikan pusat berlabuhnya kapal-kapal pengangkut bantuan kemanusiaan ini makin padat. Alur 10 meter yang menyerupai bottle neck Pelabuhan Belawan tak cukup menampung kedatangan kapal-kapal bantuan. Akibatnya, kata Max Surentu, banyak kapal bantuan yang menunggu pembongkaran barang hingga 2 hari lamanya."Dari bulan kemarin, dari data pergerakan kapal yang datang ke pelabuhan mencapai 1.150 buah kapal," ujar Max Surentu. Kini Max Surentu sedang mengatur jadwal kapal-kapal yang membawa komoditi ekspor impor agar tak mengalami gangguan akibat datangnnya kapal bantuan kemanusiaan untuk Aceh. Max Surentu juga menjelaskan bahwa Pelabuhan Belawan telah mengirimkan tim khususnya ke pelabuhan-pelabuhan yang berada di Aceh. Tim ini mendeteksi kerusakan pelabuhan-pelabuhan tersebut. Namun saat ini, beberapa pelabuhan di Aceh masih bisa digunakan secara fungsional namun terbatas. "Pelabuhan Malahayati dan Meulaboh masih bisa digunakan walau dalam keadaan darurat," ujar Max Surentu. Karena itu, dia menyarankan, kapal-kapal berukuran kecil yang membawa bantuan kemanusiaan, sebaiknya berlabuh di pelabuhan-pelabuhan di Aceh itu, untuk menghindari penumpukan bantuan di Pelabuhan Belawan. (asy/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini