Lagi, Penumpang KRD Tewas Kesangkut Kabel Telepon
Rabu, 12 Jan 2005 14:58 WIB
Surabaya - Setelah Selasa (11/1/2005) kemarin dua orang tewas seketika setelah jatuh dari kereta diesel (KRD) jurusan Surabaya-Bojonegoro, karena kesangkut kabel telepon, hari ini ditempat yang sama, kembali memakan korban.Seorang penumpang yang berada di atas gerbong KRD bernama Waluyo, 24 tahun tewas setelah terjetuh dari atap KRD yang sedang melaju kencang. Ia jatuh setelah tersangkut kabel telepon yang melintang di atas lintasan kerea api, di pintu perlintasan kereta api Pondok Benowo Indah Surabaya.Peristiwa ini terjadi pada Rabu (12/1/2005) pukul 10.30 Wib. Keterangan Kasatreskrim Polsek Benowo, Iptu Ajid kepada detikcom> mengatakan, sebelum korban tersangkut kabel telepon, petugas perlintasan Benowo Indah, sudah berteriak-teriak memperingatkan Waluyo untuk masuk ke gerbong. Karena ada kabel yang melintang. "Awas-awas!! ada kabel" teriak petugas lintasan. Namun Waluyo tidak mendengarkan peringatan tersebut, sehingga tak mengelak dan jatuh. Sementara, KRD tetap meluncur ke Surabaya.Menurut Ajid, Polsek Benowo sudah mengirimkan surat ke Telkom agar meninggikan tiang telepon di perlintasan kereta api tersebut. "Kita juga akan panggil KAI, kita ingatkan masih banyak penumpang yang keselamatannya terancam dengan naik di atap gerbong," katanya.Peristiwa serupa juga terjadi Selasa kemarin (11/1/2005), 4 orang warga Sukolilo, Kecamatan Semlaran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur jatuh di tempat tersebut. Mereka adalah Arifin 15 tahun, Endik 20, Sutris dan Rajak. Sampai di Benowo Indah, mereka tidak mengetahui ada label telepon melintang, akhirnya tersangkut dan jatuh.Sutris dan Rajak tewas seketika karena luka serius di bagian kepada. Sementara Arifin dan Endik luka parah dan langsung dilarikan ke RS Benowo. "Keempat penumpang naas itu sehari-hari, dikenal sebagai penjual kapur barus keliling. Korban luka sempat di larikan ke RS Benowo. Karena luka parah dan kritis langsung dirujuk ke RS DR Sutomo, "kata Iptu Ajid,Jatuhnya 4 penumpang tersebut tak disadari KRD yang dengan masinis Suwoto dan Wagiran. Lokomotif bernomor CC 20337 terus melaju menuju Bojonegoro tak mengetahui ada penumpang jatuh.
(jon/)











































