Ini Perjuangan SBY Agar TNI Ditakuti Lawan

Transisi Presiden

Ini Perjuangan SBY Agar TNI Ditakuti Lawan

- detikNews
Selasa, 14 Okt 2014 11:54 WIB
Ini Perjuangan SBY Agar TNI Ditakuti Lawan
Atraksi kecanggihan Alutsista TNI
Jakarta - Empat tank Leopard milik TNI dengan bobot masing-masing 6 ton itu melintas di Jalan Pahlawan hingga Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang pada Minggu (12/10/2014) lalu. Ratusan warga yang tengah menikmati acara Car Free Day pun berebut naik ke alat tempur andalan TNI tersebut.

Tidak hanya anak-anak, remaja bahkan orangtua juga terlihat berusaha naik dibantu anggota TNI di depan Makodim 0733/BS. Rombongan tank yang sudah dipenuhi warga itu kemudian berjalan pelan melewati Jalan Pandanaran menuju Lapangan Pancasila. Leopard juga menyedot perhatian masyarakat di kota-kota yang dilewati kendaraan tempur itu.

Tank Leopard adalah satu dari sekian banyak modernisasi alat utama sistem persenjataan TNI (alutsista). Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku dirinya telah bekerja keras selama masa pemerintahannya untuk mengembalikan kejayaan TNI.

"Saya mohon maaf apabila ada kebijakan yang belum memuaskan harapan prajurit sekalian. Percayalah, 10 tahun ini saya bekerja keras untuk mengembalikan kejayaan TNI," kata SBY di Dermaga Madura, Markas Komando Maritim Timur, Dermaga Ujung, Surabaya, Selasa (7/10/2014).

SBY mengatakan dirinya berusaha menjadikan TNI ditakuti lawan, disegani kawan dan dicintai rakyat. Salah satunya dengan terus melakukan modernisasi Alutsista.

Modernisasi alutsista di jajaran TNI AD antara lain berupa pembelian Tank Tempur Utama Leopard, Kendaraan Tempur Panser Anoa, Meriam Artileri Medan Kaliber 155 mm, Rudal Pertahanan Udara, Rudal Anti Tank, Roket Multi Laras Taktis dan Strategis, Heli Angkut, Heli Serang dan Heli Serbu.

Untuk TNI Angkatan Laut antara lain akan datang Kapal Perang Korvet Klas Sigma, Kapal Cepat Rudal, Kapal Perusak Kawal Rudal, Kapal Multi Peran Fregat, Pesawat Patroli Maritim, Tank, Panser Amphibi, dan Roket Multi Laras Taktis.

Sementara alutsista baru untuk TNI Angkatan Udara adalah pesawat angkut sedang CN-295, pesawat latih, Helikopter Full Combat SAR, pesawat Angkut Hercules C-130 H, pesawat tempur Super Tucano, Sukhoi-27 MK-2, Pesawat Tempur T-50, serta 24 unit pesawat tempur F-16.

Meski masih jauh dari posisi ideal, kekuatan alutsista TNI sudah meningkat secara signifikan seiring dengan penambahan jumlah anggaran. Pada tahun 2010, anggaran Kementerian Pertahanan/TNI mencapai Rp 42,3 triliun. Tahun 2011 menjadi Rp 58,1 triliun. Tahun 2012 72,5 triliun. Tahun 2013 menjadi 81,9 triliun.

SBY yang akan meletakkan jabatannya pada Senin (20/10/2014) pekan depan itu berpesan kepada para prajurit untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kewaspadaannya di mana pun berada, memelihara kekompakan, kemanunggalan dengan rakyat, menjaga kedaulatan RI, memegang teguh Sapta Marga, dan dicintai rakyat.

SBY yang saat itu mengenakan setelan jas dan berbaret hijau itu juga menyampaikan transformasi Indonesia yang semakin sejahtera. Dia menilai TNI telah aktif ikut menyukseskan transformasi ini.

"Terutama dalam penjagaan perbatasan dan pulau-pulau terluar. Terima kasih dan penghargaan yang tulus saya kepada seluruh keluarga TNI yang setia dan tulus memberikan dukungan kepada anggota TNI," imbuhnya.

(erd/nrl)


Berita Terkait