Bus ACLC (Anti Corruption Learning Center) itu merupakan bus hibah dari pemerintah Jerman. Pemerintah Federal Jerman merogoh kocek senilai Rp 1,2 miliar untuk biaya pengadaan bus.
Bus berwarna hitam itu dilengkapi dengan berbagai fitur untuk pembelajaran anti korupsi. Di dalam bus, ada 10 set komputer yang berisi aplikasi pembelajaran anti korupsi. Bus juga dilengkapi dengan layar besar untuk pemutaran film dan materi pembelajaran anti korupsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dulu SDA ketika ditetapkan sebagai tersangka mengaku tidak tahu kalau dia korupsi. Ini kita akan berikan pembelajaran untuk masyarakat," kata Pandu dalam sambutannya di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (14/10/2014).
Besok, bus akan langsung dibawa ke Yogyakarta. Setiap hari Jumat, Sabtu dan Minggu bus bebas diakses semua pengunjung Taman Pintar. Namun di hari lain, bus akan berkeliling ke sekolah-sekolah yang berada di Yogyakarta.
"Nantinya bus ini akan di Yogyakarta, sebenarnya kita inginnya bisa keliling ke semua daerah. Namun sementara akan berada di Yogyakarta untuk beberapa waktu," jelas Pandu.
(kha/aan)











































