Teror terbaru terungkap dengan ditemukannya paket mencurigakan di Gedung Balai Kota. Ada juga teror vandalisme ditujukan untuk Jokowi-Ahok. Tulisan-tulisan hujatan digoreskan di atas trotoar. Selain itu, ancaman bom kepada Jokowi pernah dikirim seseorang melalui fax. Tim Gegana pun langsung bergerak melakukan penyisiran dan memperketat pengamanan.
Menghadapi teror itu, Jokowi dan Ahok tidak pernah gentar. Keduanya tetap waspada dan tenang. Jokowi menyerahkan pengamanan kepada kepolisian dan tetap fokus bekerja. Demikian pula dengan Ahok. Ahok bahkan sesekali melontarkan canda ketika membaca vandalisme-vandalisme yang ditujukan untuknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Paket Mencurigakan
|
|
"Ada kabelnya juga, anak buah saya enggak mau ambil risiko," kata Kepala Biro Umum Agustino Darmawan di Balai Kota DKI, Senin (13/10/2014) malam.
Dia menuturkan benda itu awalnya ditemukan oleh staf pengamanan dalam Balai Kota (pamdal) sekitar pukul 19.20 WIB. Letaknya ditaruh di taman gedung Blok G, tepatnya di halaman Blok G sisi timur, yang biasa digunakan untuk apel pagi oleh Satpol PP. Area itu juga sangat dekat ke kantor Jokowi.
Bungkusan ukuran 20x10 cm itu dibungkus pakai karton, lalu dililit lakban. Adanya kabel yang melintang membuat petugas jadi waspada dan benda itu sempat dikira berbahaya. Tim penjinak bom dari Polda langsung turun ke lokasi.
Mereka melakukan identifikasi apakah benda itu berbahaya atu tidak, sampai sekitar pukul 21.15 WIB. "Makanya kita koordinasi dengan Polda. Reaksi mereka sangat cepat dan teliti. Gegana memastikan apa betul itu batu bata atau berbahaya, ternyata batu bata dibungkus lakban cokelat," tutupnya.
Adanya benda ini sempat membuat heboh Balai Kota DKI. Bagaimana respon Ahok mendapat kabar tersebut? "Bukan teror ah. Polisi bilang enggak ada apa-apa, itu Cuma bekas ini saja, bekas buat acara-acara gitu, kan suka dibungkusi (batu-batu) buat jadi pemberat gitu," kata Ahok.
2. Vandalisme
|
|
Di atas trotoar depan kantornya, di Balai Kota, Jakarta Pusat, 2 Agustus 2014 silam, Ahok menemukan tulisan berbunyi 'Ahok Gila Jabatan', 'Ahok Penghianat', dan 'Jokowi Antek Asing'. Tulisan itu ditulis dengan huruf kapital dengan ukuran besar, tulisan itu putih itu tampak mencolok.
Tulisan itu memang langsung dihapus tak berapa lama setelah Ahok masuk ke kantor. "Iya, aku sudah lihat. Justru itu aku bilang, sama Kabiro Umum, kok kamu hapus semua. Kan dia bilang 'Ahok gila jabatan', harusnya yang dihapus 'jabatannya' doang. Karena Ahok itu bukan gila jabatan, Ahok cuma gila doang, tau gak," canda dia saat dikonfirmasi.
Kader Gerindra ini hanya berseloroh saat ditanya maksud tujuan 'Ahok Penghianat' itu. Dia tidak mau menafsirkan atau menduga-duga kepada siapa dia dimaksud telah berkhianat.
"Siapa yang bilang pengkhianat? Enggak tau (menghianati siapa), mungkin ada mantan pacar yang marah kali sama aku," kata dia sambil terkekeh.
Ahok berujar tak akan menghabiskan energi untuk mencari tahu siapa oknum yang iseng memburuk-burukkan dirinya itu. Namun untuk aksi vandalisme, ia tak menutup kemungkinan melaporkan kepada polisi.
"Gimana kita mau cari tahu, ada gitu banyak orang (yang datang saat tulisan itu dibuat). Paling kita akan lapor polisi," ucapnya.
Isu tersebut sebenarnya sudah beberapa kali digulirkan apalagi pada masa-masa pilpres. Termasuk juga isu yang menyebut Gubernur DKI sekaligus presiden terpilih, Jokowi, sebagai antek asing.
Sementara itu Kepala Biro Umum DKI Jakarta Agustino Darmawan menuturkan, dari rekaman cctv di Balai Kota, terekam pembuat tulisan itu. Namun sulit bagi pihaknya untuk mengidentifikasi wajah oknumnya karena ada banyak orang saat itu.
"Kemarin itu, sekitar pukul 15.30 WIB, ada banyak orang turun dari 2 bis. Kita pikir mau demo. Tapi mereka rupanya membuat kamuflase. Jadi mereka berdiri-diri terus sebagian mencoret-coret trotoar. Hanya 10 menit mereka, setelah itu langsung pergi lagi," jelas dia.
3. Ancaman Bom
|
|
βAlamat tulisan ancaman itu ke Polda terus dilanjutkan lagi ke Biro Uum, lewat fax pada Sabtu 19 Juli malam,β kata Agustino.
Menurut Agustino, ancaman itu dibuat oleh orang yang iseng. Walau begitu, petugas polisi tetap datang dan langsung bergerak cepat mengamankan seluruh area gedung Balai Kota.
βJam 21.00 WIB malam hari Sabtu itu, Polda datang ke sini, menyisir, hasilnya nihil,β ucapnya.
Setelah munculnya teror itu, pihak pemprov memperketat pengamanan. Meskipun orang tetap bebas masuk areal Balai Kota, tapi setiap yang akan masuk ke dalam gedung akan diperiksa dengan metal detector dan pindai sinar X.
βKita waspada, siapkan pengamanan, tapi tidak berlebihan. Kita ada bantuan polisi juga, jumlahnya hampir 100 personel kurang lebih,β lanjutnya.
Halaman 2 dari 4











































