Alwi pernah menjadi menteri koordinator bidang kesejahteraan rakyat 2004-2005,
Saifullah yang kini menjadi wakil gubernur Jawa Timur pernah menjadi Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (2004-2007). Dia kemudian digantikan Lukman, sementara Erman pernah menjadi Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (2005-2009) menggantikan politisi Partai Golkar Fahmi Idris yang digeser menjadi menteri perindustrian.
"Ya Alhamdulillah, Pak SBY ternyata masih mengingat dan menghargai kami. Saya pribadi tak pernah berharap mendapatkan penghargaan semacam ini," kata Erman saat bertemu detikcom di sebuah kafe di kawasan Warung Buncit, Jakarta Selatan Senin (13/10/2014) kemarin.
Lelaki kelahiran Purworejo, 20 Maret 1950 itu pun mengenang saat dia dipercaya sebagai menteri. Ketika itu, saat Erman diminta menghadap SBY di Yogyakarta pada 5 Desember 2005, dirinya sedang memimpin rapat di Komisi V DPR-RI. Karena mendadak, Erman nyaris tak dapat tiket pesawat ke Yogya. Ia pun harus mencari kemeja batik di kawasan Malioboro. “Saya pun bener-bener gak tahu mau jadi menteri apa,” kata mantan Direktur Utama PT PP Taisei itu.
Nyatanya, sebagai Menakertrans ia cukup banyak membuat terobosan. Ia antara lain menyertakan para seniman dan pengamen jalanan dalam Asuransi Jamsostek, juga membangun Kota Terpadu Mandiri di kawasan transmigrasi.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Thamrin Musi pernah menilai Erman cukup berasil memimpin Depnakertrans. Ia antara lain menyebut keberhasilan Erman membebaskan TKW di Malaysia yang akan dihukum pancung dan membersihkan rekening liar di lingkungan departemen senilai Rp 1, 3 triliun yang diserahkan ke kas negara.
Baca: Presiden SBY Beri Tanda Kehormatan Kepada 68 Orang (alx/jor)











































